IHSG 5 Mei 2026 Dibuka Melemah Tipis ke Level 6.968

IHSG 5 Mei 2026 Dibuka Melemah Tipis ke Level 6.968
Foto: Ilustrasi IHSG 5 Mei 2026 Dibuka Melemah Tipis ke Level 6.968.

Indeks harga saham gabungan atau IHSG Bursa Efek Indonesia dibuka melemah tipis pada perdagangan Selasa, 5 Mei 2026. Data pasar menunjukkan indeks terkoreksi sebesar 3,38 poin atau sekitar 0,05 persen hingga berada pada posisi 6.968.

Pergerakan indeks di awal pekan ini berjalan selaras dengan bursa saham di Asia yang bergerak secara bervariasi. Koreksi pada indeks acuan ini didorong oleh penurunan yang terjadi di sebagian besar sektor saham.

Sektor-sektor yang mengalami pelemahan di antaranya adalah industri, energi, serta consumer primer. Di sisi lain, sektor properti, infrastruktur, teknologi, dan consumer non primer justru bergerak melawan arah dengan mencatatkan kenaikan tipis.

Beberapa saham berhasil membukukan lonjakan harga yang cukup signifikan pada awal transaksi perdagangan. Saham HERO tercatat menguat sebesar 19,49 persen menuju level Rp 705.

Kenaikan ini diikuti oleh saham HELI yang melesat sebesar 15,90 persen menjadi Rp 226. Selain itu, saham PNGO juga mengalami penguatan sebesar 16,54 persen hingga menyentuh angka Rp 4.510.

Kondisi ini berbeda dengan penutupan perdagangan sehari sebelumnya, di mana IHSG ditutup menguat sebanyak 15,15 poin atau 0,22 persen ke posisi 6.971,95. Pada perdagangan tersebut, investor asing membukukan aksi beli bersih atau net buy yang mencapai Rp 1,92 triliun.

Aksi beli bersih dari pemodal asing tersebut didorong oleh adanya transaksi crossing saham PNGO di pasar negosiasi. Transaksi pengalihan dari pemodal domestik ke asing ini mencatatkan nilai mencapai Rp 2,75 triliun.

Penguatan pada hari sebelumnya turut disokong oleh kenaikan di beberapa sektor, seperti sektor consumer primer sebesar 2,53 persen, consumer non primer 1,53 persen, dan infrastruktur 0,96 persen. Namun, penurunan melanda sektor kesehatan, teknologi, transportasi, energi, dan material dasar.

Sejumlah saham dengan kapitalisasi pasar besar atau big cap ikut menopang penguatan indeks, seperti saham FILM, BREN, PANI, MORA, dan CMRY. Tren positif ini juga didukung oleh pergerakan menguat dari saham AALI serta TINS.

Di tengah laju penguatan tersebut, beberapa emiten berhasil menyentuh batas auto reject atas atau ARA. Saham BCIP memimpin dengan penguatan 34,85 persen ke posisi Rp 89, disusul FWCT yang melonjak 34,83 persen menjadi Rp 120.

Emiten lain yang juga menyentuh ARA adalah YPAS dengan kenaikan 24,69 persen menjadi Rp 1.515, serta HERO yang menguat 24,47 persen ke level Rp 590. Laju positif ini dilengkapi oleh saham FILM yang naik 23,95 persen ke Rp 2.950 dan NETV yang menguat 20,45 persen menjadi Rp 106.

Artikel terkait

Rekomendasi