IHSG 4 Mei 2026 Diprediksi Konsolidasi Terbatas

IHSG 4 Mei 2026 Diprediksi Konsolidasi Terbatas
Foto: Ilustrasi IHSG 4 Mei 2026 Diprediksi Konsolidasi Terbatas.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin (4/5/2026) diperkirakan bakal bergerak dalam fase konsolidasi terbatas. Dilansir dari Investortrust, pergerakan indeks saham diproyeksikan berada pada rentang 6.920 hingga 7.160.

Riset pagi dari BRI Danareksa Sekuritas memaparkan bahwa secara teknikal, area support indeks saat ini berada pada level 6.920ÔÇô7.000. Sementara itu, titik resistance diperkirakan tertahan pada kisaran 7.160ÔÇô7.230.

Kondisi pasar modal sekarang mencerminkan sikap investor yang cenderung menunggu dan mengamati (wait and see). Sikap tersebut muncul lantaran belum tersedianya stimulus positif yang cukup kuat untuk memicu pembalikan arah indeks ke zona hijau.

Perhatian para pelaku pasar ke depan bakal terfokus pada pengumuman sejumlah data ekonomi dalam negeri. Beberapa data penting tersebut meliputi angka inflasi nasional, laporan neraca perdagangan, serta pertumbuhan produk domestik bruto (GDP Growth).

Rilis indikator makro tersebut memegang peranan krusial bagi pasar. Data itu akan menjadi acuan dalam mengukur stabilitas ekonomi, meredam gejolak nilai tukar rupiah, sekaligus mengarahkan pergerakan IHSG.

Sentimen global ikut mewarnai gerak indeks setelah indeks Dow Jones melemah 0,31% pada penutupan pekan lalu. Di sisi lain, indeks S&P500 tercatat menguat 0,29% dan Nasdaq terapresiasi sebesar 0,89%.

Menyikapi tren teknikal yang terjadi, BRI Danareksa Sekuritas menyodorkan tiga saham pilihan untuk aksi beli hari ini. Saham pertama yang direkomendasikan adalah ITMG dengan target harga dipatok pada Rp 27.025-27.600.

Selanjutnya, saham BNBR juga masuk dalam rekomendasi beli dengan target harga berkisar di Rp 224-232. Pilihan ketiga jatuh pada saham AADI dengan proyeksi target harga berada pada level Rp 11.875-12.150.

Kilas Balik Kejatuhan Indeks Pekan Lalu

Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, IHSG terpantau melorot tajam sebesar 144,43 poin atau anjlok 2,03% menuju level 6.956. Indeks bahkan sempat tersungkur hingga melebihi 3% ke posisi 6.876 yang menjadi koreksi paling dalam di kawasan Asia.

Kemerosotan masif tersebut disebabkan oleh ambruknya seluruh sektor saham di bursa. Sektor material dasar, industri, properti, serta consumer non-primer menjadi motor utama pelemahan, sedangkan sektor lainnya menderita penurunan di atas 1%.

Kendati indeks acuan terkoreksi dalam, beberapa saham justru berhasil menorehkan lonjakan harga secara signifikan. Saham SDMU melesat 28,57% ke level Rp 126, disusul HERO yang menanjak 24,74% menjadi Rp 474.

Penguatan juga dibukukan oleh saham ADHI yang naik 16,48% ke posisi Rp 212. Kemudian, saham SONA terangkat 15,70% menjadi Rp 2.580 dan saham INDS menguat sebesar 15,79% hingga parkir di level Rp 440.

Artikel terkait

Rekomendasi