IHSG 30 April 2026 Anjlok 1,46 Persen ke Bawah Level 7.000

IHSG 30 April 2026 Anjlok 1,46 Persen ke Bawah Level 7.000
Foto: Ilustrasi IHSG 30 April 2026 Anjlok 1,46 Persen ke Bawah Level 7.000.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak merosot tajam pada perdagangan Kamis (30/4/2026). Setelah satu jam ditransaksikan, indeks saham domestik tersebut anjlok lebih dari 106 poin atau setara 1,46 persen.

Penurunan signifikan ini menyeret IHSG jatuh ke bawah level psikologis 7.000, tepatnya pada posisi 6.996. Seperti dilansir dari Investortrust, tren negatif di pasar modal dalam negeri ini berjalan selaras dengan pelemahan yang melanda seluruh bursa saham di Asia.

Koreksi mendalam pada IHSG didorong oleh tekanan besar dari penurunan seluruh sektor saham. Beberapa sektor yang melemah di antaranya meliputi material dasar, industri, energi, consumer non-primer, kesehatan, hingga sektor keuangan.

Selain faktor sektoral, penurunan indeks juga dipicu oleh melemahnya sejumlah saham dengan kapitalisasi pasar besar atau big cap. Saham-saham papan atas seperti BBCA, TPIA, DSSA, dan EMAS terpantau mengalami koreksi.

Tekanan jual yang masif pada instrumen berkapitalisasi besar ini diperparah oleh kejatuhan saham big cap lainnya. Emiten perbankan dan pertambangan seperti AMMN, BBRI, dan BYAN turut mencatatkan penurunan harga saham.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan pergerakan pada hari sebelumnya, di mana IHSG ditutup menguat atau rebound sebanyak 28,84 poin (0,41 persen) menuju level 7.101.

Pada perdagangan kemarin, investor asing sebenarnya membukukan aksi jual bersih atau net sell dengan nilai total mencapai Rp 1,19 triliun. Aksi lepas saham oleh investor asing tersebut paling banyak melanda saham BMRI senilai Rp 443,80 miar.

Selanjutnya, saham BBCA juga mencatatkan net sell dari investor asing hingga mencapai Rp 307,73 miliar. Sementara itu, aksi jual bersih pada saham BBRI tercatat sebanyak Rp 69,54 miliar.

Penguatan IHSG pada hari sebelumnya sempat ditopang oleh kenaikan sejumlah sektor. Sektor industri naik 2,41 persen, sektor infrastruktur menguat 1,48 persen, dan sektor teknologi bertambah 1,45 persen.

Kenaikan juga diikuti oleh sektor consumer non-primer sebesar 1,08 persen, sektor keuangan 1,04 persen, sektor energi 0,45 persen, sektor properti 0,39 persen, serta transportasi 0,31 persen.

Di tengah dinamika pasar, terdapat beberapa emiten yang mengalami lonjakan harga hingga menyentuh batas auto reject atas (ARA). Saham INOV melesat paling pesat sebesar 34,68 persen menjadi Rp 167 per saham.

Lonjakan performa tersebut disusul oleh saham TOOL yang menguat 34,29 persen ke posisi Rp 94. Selain itu, saham KONI juga membukukan kenaikan signifikan sebanyak 24,89 persen menjadi Rp 2.960 per saham.

Artikel terkait

Rekomendasi