Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat penurunan tajam pada perdagangan Selasa (26/5/2026). Dilansir dari Investortrust, indeks ditutup anjlok sebanyak 76,15 poin atau setara 1,23% ke level 6.130.
Sepanjang hari perdagangan, indeks bergerak pada rentang 6.124 hingga 6.286. Adapun nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 15,24 triliun.
Koreksi dalam ini didorong oleh melemahnya seluruh sektor saham di bursa. Sektor industri memimpin kejatuhan dengan anjlok 3,38%, diikuti sektor konsumer primer yang merosot 2,20%.
Sektor properti juga mengalami penurunan sebesar 2,14%, sedangkan sektor consumer non primer melemah 1,69%. Sektor keuangan turut tergerus 1,52%. Sebaliknya, penguatan hanya melanda saham di sektor teknologi, infrastruktur, serta transportasi.
Sederet saham yang menjadi penekan terbesar indeks hari ini meliputi ASII, INCO, MLTP, UNTR, dan BUVA. Tekanan terhadap indeks juga diperberat oleh kejatuhan harga saham-saham perbankan besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.
Di tengah pelemahan tersebut, seluruh saham emiten milik Prajogo Pangestu justru berhasil bangkit kembali. Saham BREN melonjak 10,92%, TPIA meningkat 7,65%, BRPT menguat 5,07%, PTRO naik 4,47%, dan CUAN menguat 3,91%.
Lonjakan harga paling pesat hingga menyentuh batas auto reject atas (ARA) dialami oleh saham MGNA yang melesat 34,09% ke posisi Rp 118. Saham ARTA juga menguat 25% menjadi Rp 2.500.
Emiten lain yang mencatatkan kenaikan signifikan adalah NZIA yang menguat 18,10% ke level Rp 137. Saham ELPI naik 12,96% menjadi Rp 1.700, serta AWAN bertambah 12,68% ke posisi Rp 160.
Kondisi ini berbalik arah dari perdagangan hari sebelumnya, di mana IHSG ditutup menguat 44,31 poin atau 0,72% menuju level 6.206. Pada hari tersebut, laju indeks disokong oleh penguatan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.
Saham BBRI tercatat naik 3,93% ke Rp 3.170, BBCA menguat 3,39% ke Rp 6.100, BMRI naik 2,43% ke Rp 4.220, BBNI meningkat 2,91% ke Rp 3.890, dan BRIS melambung 9,01% ke Rp 1.935. Penahan laju indeks saat itu adalah saham TPIA dan DSSA.
Penguatan indeks pada hari kemarin ditopang oleh sektor transportasi yang melejit 3,82% dan sektor keuangan sebesar 1,42%. Sektor konsumer primer tumbuh 1,09%, sektor industri naik 0,79%, serta sektor properti naik 0,77%, sementara saham sektor energi dan material dasar melemah.
Pada perdagangan kemarin, sejumlah saham juga mencetak auto reject atas, yakni GRIA yang melesat 34,48% ke Rp 156 dan TALF naik 25% ke Rp 975. Selanjutnya, RONY menguat 24,88% ke Rp 1.305 dan BBHI naik 24,84% ke Rp 980, sedangkan LAJU terkerek 28,33% menjadi Rp 77.