Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan performa positif pada perdagangan awal pekan. Dilansir dari Investor Daily, indeks saham domestik mengakhiri sesi dengan kenaikan sebesar 44,3 poin atau menguat 0,72% menuju posisi 6.206,3 pada Senin (25/5/2026).
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia membukukan nilai transaksi total sebesar Rp 16,41 triliun. Pergerakan pasar memperlihatkan dominasi tren positif dengan 498 saham mengalami kenaikan, 243 saham terkoreksi, dan 218 saham lainnya tidak bergerak dari posisi semula.
Volume perdagangan di pasar modal hari ini menyentuh angka 25,44 miliar lembar saham. Adapun frekuensi transaksi secara keseluruhan tercatat mencapai 2,03 juta kali.
Laju penguatan indeks ditopang oleh performa sejumlah sektor, di mana sektor transportasi mencatatkan kenaikan tertinggi hingga 3,83%. Sektor keuangan menyusul dengan penguatan 1,42%, dan sektor properti naik 1,29%.
Sektor barang konsumen primer juga terapresiasi 1,09%, diikuti perindustrian sebesar 0,79%, dan infrastruktur menguat 0,77%. Namun, pelemahan masih melanda sektor energi sebesar 2,04%, barang baku 0,93%, teknologi 0,31%, barang konsumen non-primer 0,13%, serta kesehatan 0,09%.
Pilarmas Investindo Sekuritas menilai ada optimisme pasar terkait perkembangan negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran. Harapan kesepakatan tersebut dinilai berpotensi menstabilkan kawasan Timur Tengah, khususnya terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
Penguatan bursa saham di Asia turut menjadi stimulus tambahan bagi pergerakan IHSG. Sentimen risk-on investor meningkat seiring ekspektasi membaiknya jalur distribusi energi global jika Selat Hormuz kembali dibuka.
Meski menguat, pergerakan indeks hari ini tetap dibayangi tekanan eksternal dari dalam negeri. Sentimen negatif datang dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta defisit Neraca Pembayaran Indonesia kuartal I-2026 senilai US$ 9,15 miliar.
Deretan Saham Pencetak Keuntungan Tertinggi
Di tengah penguatan indeks, sejumlah emiten berhasil mencatatkan lonjakan harga yang signifikan antara 24% hingga 34% dalam satu hari perdagangan.
| Nama Emiten | Harga Terakhir (Rp) | Kenaikan (%) |
|---|---|---|
| PT Ingria Pratama Kapitalindo Tbk (GRIA) | 156 | 34,48% |
| PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU) | 77 | 28,33% |
| PT Tunas Alfin Tbk (TALF) | 975 | 25,00% |
| PT Aracord Nusantara Group Tbk (RONY) | 1.305 | 24,80% |
| PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) | 980 | 24,84% |
Sebaliknya, beberapa saham justru mengalami penurunan tajam. PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) merosot 15% ke posisi Rp 119, disusul PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) yang melemah 14,89% menjadi Rp 120.
Koreksi juga menimpa PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) yang turun 14,58% ke harga Rp 246. Selanjutnya, PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) terpangkas 13,53% menjadi Rp 1.470 dan PT Dunia Virtual Online Tbk (AREA) turun 13,22% ke level Rp 210.