Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin (25/5/2026) pagi. Seperti dilansir dari Investortrust, indeks mencatatkan penguatan tipis sebesar 5 poin atau 0,11 persen menuju level 6.165 hingga pukul 09.15 WIB.
Kondisi naik-turunnya indeks domestik tersebut berbanding terbalik dengan situasi di pasar saham Asia yang justru melesat. Penguatan bursa regional seperti Nikkei, Hang Seng, hingga Strait Times dipicu oleh ekspektasi pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu dekat.
Pergerakan IHSG disokong oleh apresiasi di beberapa sektor. Sektor-sektor penyokong tersebut meliputi konsumer primer, kesehatan, keuangan, properti, teknologi, infrastruktur, serta transportasi, sementara sektor lainnya mengalami pelemahan.
Di tengah fluktuasi pasar, dua saham berhasil melonjak hingga menyentuh batas auto reject atas (ARA). Saham ROCK melesat 24,57 persen ke posisi Rp 2.180, dan saham YPAS meroket 24,37 persen menjadi Rp 740.
Kenaikan signifikan juga dialami saham HDFA yang menguat 21,11 persen ke Rp 109, SOTS naik 19,74 persen ke Rp 910, serta DIVA yang terangkat 16,18 persen menjadi Rp 158. Sebaliknya, penurunan tajam menimpa saham DAAZ dan ASPR.
Pada pekan sebelumnya, IHSG mengalami tekanan hebat dengan koreksi sebesar 561,27 poin atau ambles 8,35 persen ke level 6.162,04. Indeks bahkan sempat terpuruk ke posisi terendahnya di angka 5.966.
Kemerosotan tersebut mengakibatkan hilangnya kapitalisasi pasar (market cap) sebesar Rp 1.190 triliun atau menyusut 10,07 persen menjadi Rp 11.825 triliun hanya dalam periode lima hari perdagangan.
Penurunan tajam ini mengubah komposisi daftar 10 besar kapitalisasi pasar di BEI. Posisi puncak masih ditempati BBCA, diikuti oleh DCII, BBRI, BMRI, BYAN, BREN, MORA, TLKM, ASII, dan AMMN, sementara saham TPIA terdepak dari daftar tersebut.
Pelemahan indeks domestik sebesar 8,35 persen dalam sepekan kemarin menjadi yang terburuk di dunia. Sebagai perbandingan, indeks Hang Seng hanya melemah 1,37 persen dan FTSE Bursa Malaysia terkoreksi 1,58 persen, sehingga posisi kapitalisasi pasar BEI turun menjadi peringkat kedua di ASEAN di bawah Singapura.