Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengalami penurunan signifikan pada transaksi awal. Performa indeks ambles sebanyak 113 poin atau setara 1,52% menuju level 7.266 hanya dalam kurun waktu satu jam perdagangan.
Koreksi tajam tersebut menjadi penurunan terdalam di antara pasar saham Asia lainnya, seperti dilansir dari Investortrust. Tren negatif ini sekaligus memperpanjang rapor merah indeks setelah anjlok 2,16% pada perdagangan hari sebelumnya.
Tekanan pada pasar modal ini berjalan beriringan dengan melemahnya nilai tukar rupiah. Mata uang Garuda tercatat terus terdepresiasi hingga menyentuh angka Rp 17.280 per Dollar AS.
Hampir seluruh sektor saham mengalami pelemahan dengan menyusut lebih dari 1%. Sektor infrastruktur mencatat koreksi paling parah setelah terjungkal hingga melampaui 2%.
Kemerosotan indeks dipicu oleh rontoknya saham-saham berkapitalisasi besar (big cap). Jajaran saham perbankan papan atas seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI kompak bergerak di zona merah.
Kendati indeks acuan mengalami tekanan hebat, performa positif masih diperlihatkan oleh sejumlah saham lapis dua dan tiga. Beberapa emiten bahkan sukses membukukan lonjakan harga yang cukup tinggi di tengah pelemahan pasar.
| Kode Saham | Kenaikan (%) | Harga Terakhir (Rp) |
|---|---|---|
| BRNA | 24,41% | 790 |
| HYGN | 23,97% | 181 |
| HELI | 21,83% | 240 |
| RODA | 20,25% | 95 |
| CMNP | 13,45% | 1.940 |
Pada perdagangan sehari sebelumnya, IHSG ditutup jatuh sedalam 163 poin ke posisi 7.378. Aktivitas perdagangan tersebut diwarnai oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing yang menembus Rp 978,65 miliar, dengan kontribusi penjualan terbesar berasal dari saham BBRI dan BMRI.
Koreksi massal kemarin melanda seluruh sektor industri, mulai dari energi, consumer primer, hingga consumer non primer. Dampak penurunan serupa juga dirasakan oleh sektor keuangan, teknologi, serta infrastruktur.
Sederet Emiten yang Menyentuh Auto Reject Atas
Meskipun kondisi pasar sedang lesu, pergerakan sejumlah emiten justru melesat hingga terkena kebijakan Auto Reject Atas (ARA). Fenomena ini menjadi pemandangan kontras di tengah koreksi masif IHSG.
| Kode Saham | Kenaikan (%) | Harga Terakhir (Rp) |
|---|---|---|
| KOBX | 34,43% | 246 |
| MAXI | 33,96% | 71 |
| SKBM | 25,00% | 800 |
| WBSA | 24,88% | 1.330 |
| PGLI | 24,53% | 264 |
| BAIK | 20,91% | 665 |
| ALII | 14,44% | 1.030 |
Saham KOBX memimpin lonjakan dengan kenaikan 34,43%, disusul oleh MAXI yang menguat 33,96%. Emiten lain seperti SKBM, WBSA, dan PGLI juga mengunci posisi ARA, sementara saham BAIK serta ALII ikut melaju di zona hijau tanpa menyentuh batas ARA.