IHSG 23 April 2026 Diprediksi Menguat ke Kisaran 7.488-7.594

IHSG 23 April 2026 Diprediksi Menguat ke Kisaran 7.488-7.594
Foto: Ilustrasi IHSG 23 April 2026 Diprediksi Menguat ke Kisaran 7.488-7.594.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada Kamis (23/4/2026) diperkirakan bergerak dalam rentang 7.488 hingga 7.594. Laju indeks saham domestik tersebut memperlihatkan kecenderungan untuk melaju di zona hijau.

Dikutip dari Investortrust, Reliance Sekuritas memaparkan hasil analisis teknikalnya yang menunjukkan grafik lilin terakhir IHSG membentuk pola pembalikan arah atau white spinning top. Posisi indeks juga terpantau masih berada di atas MA20 dengan indikator MACD yang menunjukkan sinyal golden cross.

ÔÇ£Dengan demikian, kami perkirakan IHSG cenderung menguat dengan saham pilihan ELSA, PGAS, ARCI, dan EXCL,ÔÇØ tulisnya.

Pergerakan indeks hari ini turut mendapatkan dorongan positif dari lonjakan yang terjadi di bursa saham Wall Street. Sentimen tersebut dipicu oleh langkah perpanjangan masa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, ditambah adanya sinyal dari Presiden Donald Trump mengenai peluang dialog damai lanjutan.

Kondisi eksternal tersebut ikut mengerek mayoritas bursa di Asia pada pagi ini. Tercatat indeks Nikkei225 bergerak naik sebesar 0,45 persen dan indeks Kospi mengalami penguatan sebesar 1,55 persen.

Untuk target pergerakan saham yang direkomendasikan, ELSA dipasang pada target harga Rp 835, sedangkan PGAS ditargetkan mencapai Rp 2.190. Selanjutnya, saham ARCI memiliki target harga di level Rp 1.840 dan EXCL berada pada target Rp 3.620.

Pada perdagangan sehari sebelumnya, IHSG tergelincir 17,77 poin atau melemah 0,24 persen ke posisi 7.541. Melemahnya indeks dibarengi aksi jual bersih oleh investor asing dengan nilai mencapai Rp 827,43 miliar, di mana saham BBRI, BMRI, dan BBCA menjadi sasaran net sell terbesar.

Koreksi pada saham sektor energi, material dasar, serta properti menjadi pendorong utama penurunan indeks kemarin. Tekanan besar berasal dari merosotnya harga dua saham berkapitalisasi besar, yakni BREN yang anjlok 9,62 persen ke Rp 5.400 dan DSSA yang jatuh 9,71 persen menjadi Rp 2.510.

Kendati indeks acuan mengalami pelemahan, beberapa saham justru melesat hingga terkena penolakan otomatis atas atau auto reject atas (ARA). Saham COAL melonjak 33,96 persen ke Rp 71, BDMN meningkat 25 persen ke Rp 2.850, HOPE menguat 24,60 persen ke Rp 314, TALF naik 24,60 persen ke Rp 785, dan WBSA terangkat 24,56 persen ke level Rp 1.065.

Kenaikan batas atas juga dibukukan oleh saham BOBA yang menguat 24,56 persen menjadi Rp 284, BABY naik 24,54 persen ke Rp 406, BIKE menguat 24,51 persen menuju Rp 635, serta COCO naik 24,40 persen ke posisi Rp 520. Sementara itu, saham KOTA melambung 29,52 persen ke level Rp 136 meski tidak menyentuh batasan ARA.

Artikel terkait

Rekomendasi