Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil berbalik arah dan menguat pada penutupan sesi pertama perdagangan Jumat (22/5/2026). Pergerakan indeks sempat mengalami fluktuasi yang cukup tinggi sejak pembukaan pasar pasar modal.
Dikutip dari Money, posisi indeks saham domestik ini masih dibayangi oleh aksi jual yang kuat. Tekanan jual tersebut utamanya melanda sejumlah saham dari kelompok konglomerasi serta emiten dengan kapitalisasi pasar besar (big caps).
Data perdagangan menunjukkan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengalami penurunan sebesar 11,5 persen. Pelemahan ini diikuti oleh saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang merosot 8,2 persen, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang terkoreksi sebesar 5,3 persen.
Laju penurunan indeks berhasil diredam oleh pergerakan positif dari saham di sektor komoditas dan energi. Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) memimpin penguatan dengan lonjakan sebesar 17 persen.
Kenaikan juga terjadi pada saham PT Petrosea Tbk (PTRO) yang tumbuh sebesar 6,6 persen. Selain itu, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) turut mencatatkan penguatan sebesar 6,2 persen.
Secara sektoral, performa indeks ditopang oleh penguatan pada enam dari sebelas indeks sektoral yang ada. Sektor IDX Basic dan IDX Energy menjadi kontributor utama dengan mencatatkan lonjakan terbesar pada sesi pertama hari ini.
Sebaliknya, sektor IDX Technology masih tertahan di zona negatif akibat pelemahan sejumlah saham teknologi. Sentimen positif juga didorong oleh bursa saham di Asia yang mayoritas bergerak menguat pada perdagangan siang.
Bursa Tokyo dan Hong Kong menjadi pemimpin penguatan di pasar regional seiring dengan membaiknya sentimen pasar keseluruhan. Berdasarkan data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks ditutup menguat sebesar 18,501 poin atau naik 0,30 persen menuju level 6.113,442.
Fluktuasi yang cukup tinggi mewarnai pergerakan indeks sepanjang pagi hari. IHSG tercatat sempat merosot hingga menyentuh level terendah di posisi 5.966,860, sebelum akhirnya perlahan bangkit menuju angka tertinggi di level 6.135,124.
Pada awal perdagangan, indeks saham dalam negeri ini dibuka pada area 6.065,626. Dari sisi keluasan pasar, pergerakan saham secara umum bergerak bervariasi dengan 332 saham menguat, 350 saham melemah, dan 135 saham stagnan.
Aktivitas transaksi di lantai bursa terpantau cukup ramai dengan volume perdagangan mencapai 19,945 miliar saham. Nilai transaksi total tercatat sebesar Rp 10,170 triliun melalui frekuensi perdagangan sebanyak 1,14 juta kali. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia kini berada pada level Rp 10.593 triliun.