IHSG 22 Mei 2026 Anjlok 1,87 Persen ke Level 5.980

IHSG 22 Mei 2026 Anjlok 1,87 Persen ke Level 5.980
Foto: Ilustrasi IHSG 22 Mei 2026 Anjlok 1,87 Persen ke Level 5.980.

Tekanan jual yang kuat membayangi pasar modal domestik pada perdagangan Jumat (22/5/2026). Situasi ini membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot dan keluar dari level psikologis 6.000.

Dikutip dari Money berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG langsung melemah 1,87 persen ke posisi 5.980,85 sekitar pukul 09.02 WIB. Pergerakan ini menunjukkan respons cepat pasar terhadap dinamika yang terjadi sejak pembukaan.

IHSG mengawali perdagangan pada level 6.065,63. Sepanjang sesi, indeks sempat menguat hingga menyentuh posisi tertinggi di 6.079,19 sebelum akhirnya berbalik tertekan hingga level terendah pada posisi 5.966,86.

Aktivitas perdagangan di lantai bursa berjalan cukup padat dengan volume transaksi mencapai 7,09 miliar saham. Total nilai transaksi tercatat sebesar Rp 4,19 triliun dengan frekuensi perdagangan yang diselesaikan sebanyak 386.400 kali.

Peta pergerakan saham menunjukkan dominasi koreksi dengan 397 saham bergerak melemah. Sementara itu, terdapat 218 saham yang mampu menguat dan 344 saham lainnya bertahan di posisi stagnan.

Penurunan IHSG ini sejalan dengan jatuhnya sejumlah indeks saham acuan lain di BEI. Indeks LQ45 mengalami penurunan sebesar 6,09 poin atau 0,99 persen menuju level 610,31 pada sesi perdagangan.

Pelemahan juga melanda Jakarta Islamic Index (JII) yang terkoreksi 4,76 poin atau 1,25 persen ke posisi 376,03. Indeks KOMPAS100 menyusul dengan penurunan 7,28 poin atau 0,90 persen ke level 797,28.Selanjutnya, indeks ISSI mencatatkan penurunan sebesar 0,88 poin atau 0,41 persen ke angka 213,21. Koreksi juga terjadi pada IDX30 yang turun 3,49 poin atau 0,99 persen menuju level 348,61, serta JII70 yang melemah 1,39 poin atau 0,94 persen ke posisi 147,20.

Sektor Saham dan Pasar Regional

Kondisi lesu ini dipicu oleh penurunan seluruh indeks sektoral secara kompak. Sektor energi menjadi salah satu kontributor terbesar dalam menekan laju indeks, diikuti oleh pelemahan di sektor transportasi, infrastruktur, barang baku, barang konsumer primer, teknologi, hingga perindustrian.

Pada pantauan perdagangan pagi, volume transaksi sempat menyentuh 1,99 billion saham dengan nilai transaksi Rp 940 miliar. Pada momen tersebut, sebanyak 473 saham bergerak di zona merah, 74 saham menguat, dan 129 saham tidak bergerak.

Di sisi lain, pergerakan berbeda terjadi di pasar regional karena mayoritas bursa saham Asia justru menguat. Indeks Shanghai Composite naik 0,31 persen ke level 4.090,11, dan Nikkei 225 Jepang melesat 2,27 persen ke posisi 63.086,27.

Penguatan juga dialami Hang Seng Hong Kong sebesar 0,69 persen menjadi 25.561,68. Bursa Australia lewat S&P/ASX 200 terangkat 0,46 persen ke 8.661,60, dan KOSPI Korea Selatan bertambah 0,36 persen menuju 7.843,51. Namun, The Asia Dow terkoreksi 1,04 persen ke level 6.311,60.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS bergerak stabil di posisi Rp 17.668 per dollar AS, tidak mengalami perubahan dari posisi penutupan sebelumnya. Investor domestik terpantau mengambil sikap berhati-hati dalam merespons dinamika pasar global serta sentimen eksternal.

Artikel terkait

Rekomendasi