Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka terkoreksi pada awal perdagangan Rabu (22/4/2026). Dilansir dari Investortrust, indeks saham acuan domestik ini menyusut 7 poin atau sekitar 0,12 persen ke posisi 7.552, bergerak searah dengan tren pelemahan pasar saham di kawasan Asia.
Koreksi pada awal sesi tersebut utamanya disebabkan oleh berlanjutnya tekanan jual pada saham-saham yang masuk dalam daftar high shareholding concentration (HSC). Emiten raksasa seperti DSSA mengalami kejatuhan dalam sebesar 9,35 persen, sementara BREN merosot 5,44 persen.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan performa sektoral, di mana mayoritas sektor saham sebenarnya mengawali perdagangan di zona hijau. Sektor-sektor yang mencatatkan penguatan meliputi sektor keuangan, properti, teknologi, transportasi, konsumer primer, material dasar, serta industri.
Meskipun laju IHSG tertahan di zona merah, sejumlah emiten justru sukses membukukan lonjakan harga yang signifikan hingga terkena pembatasan auto reject atas (ARA). Saham WBSA memimpin dengan kenaikan 24,56 persen menuju level Rp 1.065, disusul oleh saham BABY yang melesat 24,54 persen menjadi Rp 406. Penguatan tajam juga dibukukan oleh saham BOBA yang terangkat 21,93 persen ke posisi Rp 278.
Pada hari sebelumnya, IHSG juga ditutup melemah sebesar 34,73 poin atau 0,46 persen ke level 7.550, walaupun aksi beli bersih atau net buy investor asing tercatat mencapai Rp 473,92 miliar. Sentimen negatif kemarin dipicu oleh langkah MSCI yang menangguhkan rebalancing indeks untuk periode Mei 2026.
Walaupun MSCI tetap mempertahankan status pasar Indonesia dan tidak menurunkannya ke tingkat frontier market, lembaga tersebut mengeluarkan saham berkategori HSC dari indeksnya, termasuk DSSA dan BREN. Kebijakan ini menjadi faktor utama yang membebani pergerakan saham emiten terkait.
Tren Saham Auto Reject Atas
Pada penutupan perdagangan kemarin, tercatat ada 11 saham yang berhasil menguat hingga menyentuh batas ARA. Lima emiten di antaranya bahkan mampu melesat dengan pertumbuhan di atas 34 persen.
Saham BOBA memimpin penguatan kemarin dengan kenaikan 34,91 persen ke Rp 228, diikuti LAND yang melonjak 34,72 persen ke Rp 97. Selanjutnya, saham LCKM menguat 34,48 persen ke Rp 156, RODA naik 34,29 persen ke Rp 94, dan CTTH terangkat 34,09 persen menjadi Rp 118.
Aksi borong hingga mencapai batas ARA kemarin juga melanda saham APIC yang naik 25 persen ke Rp 1.500, ARGO naik 24,86 persen ke Rp 1.155, serta KICI yang menguat 24,81 persen ke Rp 322. Selain itu, saham DEFI menguat 24,55 persen ke Rp 274, WBSA naik 24,82 persen ke Rp 855, dan BABY meningkat 24,43 persen menuju level Rp 326.