IHSG 21 Mei 2026 Anjlok 3,54 Persen ke Level 6.094

IHSG 21 Mei 2026 Anjlok 3,54 Persen ke Level 6.094
Foto: Ilustrasi IHSG 21 Mei 2026 Anjlok 3,54 Persen ke Level 6.094.

Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencatat penurunan tajam pada pertengahan pekan ini. Dilansir dari Money, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup anjlok sebesar 223,559 poin pada perdagangan Kamis 21 Mei 2026.

Koreksi dalam tersebut membuat indeks mendarat di zona merah pada level 6.094,941, atau mengalami penurunan hingga 3,54 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Sepanjang jam perdagangan, pergerakan IHSG terus tertekan setelah sempat merangkak naik ke posisi tertinggi di level 6.378,811. Kondisi pasar yang memburuk kemudian menyeret indeks hingga menyentuh titik terendah pada angka 6.080,954 menjelang penutupan.

Kelesuan pasar modal dalam negeri terpotret dari distribusi pergerakan saham yang didominasi oleh tren pelemahan. Tercatat sebanyak 663 saham mengalami penurunan harga, sementara hanya 88 saham yang berhasil menguat, dan 69 saham lainnya tidak bergerak atau stagnan.

Volume perdagangan di bursa mencatatkan akumulasi sebesar 35,176 miliar lembar saham yang berpindah tangan. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 2,13 juta kali dengan total nilai transaksi keseluruhan mencapai Rp 17,737 triliun.

Koreksi massal ini berdampak langsung pada penurunan nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia. Nilai total kapitalisasi pasar kini menyusut hingga menyentuh angka Rp 10.576 triliun.

Situasi di pasar saham domestik ini berbanding terbalik dengan kondisi regional Asia yang bergerak lebih bervariasi. Beberapa indeks utama di kawasan tersebut bahkan mampu menorehkan lonjakan yang cukup signifikan.

Indeks Nikkei 225 di Jepang melesat tinggi dengan kenaikan sebesar 3,14 persen atau bertambah 1.879,73 poin ke level 61.684,14. Lonjakan lebih tinggi dicatat oleh indeks Kospi Korea Selatan yang meroket 8,42 persen atau naik 606,64 poin menuju posisi 7.815,59.

Tren positif bursa Asia utara juga diikuti oleh indeks Taiwan Weighted yang mendarat di posisi 41.368,21. Angka tersebut diraih setelah indeks mengalami penguatan sebesar 3,37 persen atau naik 1.347,39 poin.

Meskipun demikian, tekanan jual masih menyelimuti pasar saham China dan Hong Kong yang tertahan di zona merah. Indeks Shanghai Composite melemah 2,04 persen atau turun 84,908 poin ke level 4.077,277, diikuti indeks Shenzhen Component yang terkoreksi 2,07 persen menjadi 15.247,27 setelah kehilangan 322,709 poin.

Pelemahan di zona ekonomi China juga melanda indeks Hang Seng Hong Kong yang turun 1,03 persen atau terkikis 264,60 poin ke posisi 25.386,52.

Sementara itu, kawasan Asia Tenggara menunjukkan pergerakan yang lebih terbatas. Indeks Straits Times Singapura bergerak fluktuatif tipis dengan pelemahan 0,01 persen dan ditutup pada level 5.044,54.

Bursa Malaysia juga berakhir di teritori negatif setelah indeks FTSE Bursa Malaysia KLCI mengalami penurunan sebesar 0,37 persen ke posisi 1.711,39.

Di sisi lain, pergerakan indeks Nifty 50 di India terpantau berjalan stagnan dengan mencatatkan penguatan sangat tipis sebesar 0,01 persen untuk parkir di level 23.660,90.

Artikel terkait

Rekomendasi