IHSG 21 April 2026 Diprediksi Bergerak Terbatas dalam Rentang 7.500-7.700

IHSG 21 April 2026 Diprediksi Bergerak Terbatas dalam Rentang 7.500-7.700
Foto: Ilustrasi IHSG 21 April 2026 Diprediksi Bergerak Terbatas dalam Rentang 7.500-7.700.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia untuk perdagangan hari Selasa, 21 April 2026, diperkirakan masih mengalami pergerakan yang terbatas. Seperti dikutip dari Investortrust, indeks saham diproyeksikan akan berada pada kisaran rentang antara 7.500 hingga 7.700.

Riset pagi dari BRI Danareksa Sekuritas mengungkapkan bahwa pergerakan indeks domestik saat ini masih dibayangi oleh sentimen geopolitik global. Ketidakpastian konflik antara Iran dan Amerika Serikat kian memanas setelah pihak Iran dilaporkan menolak untuk melakukan negosiasi.

Dampak dari ketegangan tersebut memicu lonjakan pada komoditas energi dunia. Harga minyak jenis WTI kini merangkak naik menuju angka US$ 88 per barel, sementara minyak jenis Brent bertengger pada level US$ 95 per barel.

Dari sisi analisis teknikal, level 7.700 kini menjadi titik resistance penting bagi pergerakan indeks. Selama indeks saham belum mampu melewati batas tersebut, laju pergerakan diprediksi akan terus tertahan sekaligus berisiko bergerak turun untuk menutup area gap yang berada di level 7.500.

Di samping faktor global, pelaku pasar juga tengah menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Suku bunga acuan diperkirakan akan tetap dipertahankan pada level 4,75% demi menjaga laju inflasi serta stabilitas nilai tukar rupiah.

Rekomendasi Saham Pilihan dan Realisasi Pasar Sebelumnya

Melihat kondisi pasar yang cenderung terkonsolidasi ini, beberapa saham dinilai masih memiliki potensi menarik. Pihak BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk saham EMAS dengan target harga Rp 8.900-9.125, saham BAPA dengan target Rp 202-226, serta saham BUKA dengan target harga Rp 178-184.

Pada perdagangan hari sebelumnya, pasar modal Indonesia tertekan cukup dalam dengan penutupan IHSG yang anjlok sebesar 39,89 poin atau melemah 0,52% ke posisi 7.594. Kondisi ini terjadi meskipun investor asing masih melakukan aksi beli bersih dengan nilai mencapai Rp 380,73 miliar.

Aliran dana asing terbesar tercatat masuk ke saham BREN dengan nilai beli bersih mencapai Rp 269,74 miliar. Selanjutnya, saham SSMS juga banyak diburu investor luar negeri dengan nilai transaksi bersih sebesar Rp 200,16 miliar.

Koreksi yang menimpa indeks pada hari sebelumnya dipicu oleh pelemahan massal di seluruh sektor saham. Penurunan paling tajam dialami oleh sektor properti, disusul oleh konsumer primer, sektor keuangan, kesehatan, energi, hingga sektor konsumer non-primer.

Kendati indeks acuan mengalami tekanan, sejumlah saham justru berhasil mencatatkan lonjakan harga yang signifikan hingga menyentuh batas Auto Reject Atas atau ARA. Fenomena penguatan tajam ini dipimpin oleh beberapa emiten sekunder yang bergerak berlawanan arah dengan tren pasar.

Daftar Saham yang Mencetak Lonjakan Harga Auto Reject Atas (ARA)
Nama EmitenPersentase PenguatanHarga Penutupan (Rp)
34,97%22034,88%
11634,82%120
34,38%25825,00%
92524,76%262

Artikel terkait

Rekomendasi