IHSG 20 April 2026 Ditutup Melemah ke 7.550 Meski Asing Catat Net Buy Rp 473 Miliar

IHSG 20 April 2026 Ditutup Melemah ke 7.550 Meski Asing Catat Net Buy Rp 473 Miliar
Foto: Ilustrasi IHSG 20 April 2026 Ditutup Melemah ke 7.550 Meski Asing Catat Net Buy Rp 473 Miliar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami pelemahan pada penutupan perdagangan Selasa (20/4/2026). Dikutip dari Investortrust, indeks terkoreksi sebesar 34,73 poin atau sekitar 0,46% ke level 7.550.

Meskipun indeks saham melemah, investor asing justru membukukan aksi beli bersih (net buy) dengan nilai total mencapai Rp 473,92 miliar. Kondisi ini memperlihatkan arah pergerakan yang kontradiktif antara aktivitas pemodal luar negeri dan performa indeks.

Aksi beli bersih investor asing paling banyak menyasar saham SSMS dengan nilai Rp 163,94 miliar, diikuti EMAS sebesar Rp 129,50 miliar. Saham BNBR juga mencatatkan net buy Rp 113,21 miliar, SKRN Rp 95,99 miliar, dan INDY Rp 67,67 miliar.

Sebaliknya, beberapa saham justru mengalami tekanan jual bersih (net sell) yang signifikan oleh investor asing. Saham BBCA menjadi yang paling banyak dilepas dengan nilai Rp 168,91 miliar, disusul oleh aliran keluar pada saham BBCA lainnya senilai Rp 128,63 miliar.

Selain itu, aksi jual bersih juga melanda saham TLKM sebesar Rp 72,82 miliar, DSSA senilai Rp 64,07 miliar, dan ADRO dengan total Rp 61,28 miliar. Penurunan IHSG kali ini utamanya dipicu oleh rontoknya tiga saham dengan kapitalisasi pasar besar (big cap).

Saham BREN melemah 9,47% menuju level Rp 5.975 per saham. Sementara itu, saham DSSA anjlok hingga 14,98% ke posisi Rp 2.780 akibat adanya kekhawatiran pasar terkait peluang keluarnya saham tersebut dari indeks MSCI karena konsentrasi kepemilikan yang besar.

Tekanan terhadap indeks makin berat setelah saham BBRI turun 4,94%, yang terjadi setelah fase cum dividen berakhir pada hari sebelumnya. Penurunan indeks domestik ini berbanding terbalik dengan situasi di bursa Asia yang mayoritas bergerak menguat.

Secara sektoral, pelemahan terdalam di BEI didorong oleh kejatuhan saham-saham di sektor energi serta infrastruktur. Di sisi lain, penguatan justru terjadi pada saham di sektor material dasar, industri, konsumer primer, teknologi, dan properti.

Walaupun IHSG ditutup di zona merah, sebanyak 11 saham berhasil melonjak hingga menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA). Lima saham di antaranya bahkan mencatatkan kenaikan lebih dari 34% pada perdagangan hari ini.

Saham BOBA melesat 34,91% ke Rp 228, LAND naik 34,72% ke Rp 97, dan LCKM menguat 34,48% ke Rp 156. Kenaikan serupa dialami saham RODA yang tumbuh 34,29% ke Rp 94 serta CTTH yang meningkat 34,09% menjadi Rp 118.

Lonjakan hingga batas ARA juga dibukukan oleh saham APIC yang naik 25% ke Rp 1.500, ARGO naik 24,86% ke Rp 1.155, dan KICI naik 24,81% ke Rp 322. Saham DEFI menguat 24,55% ke Rp 274, WBSA naik 24,82% ke Rp 855, dan BABY terangkat 24,43% ke posisi Rp 326.

Pada hari sebelumnya, IHSG juga dilaporkan anjlok sebesar 39,89 poin atau 0,52% ke level 7.594. Padahal, pada saat itu pemodal asing mencatatkan net buy senilai Rp 380,73 miliar, dengan akumulasi terbesar pada saham BREN Rp 269,74 miliar dan SSMS Rp 200,16 miliar.

Artikel terkait

Rekomendasi