IHSG 12 Mei 2026 Ditutup Melemah 46 Poin ke Level 6.858

IHSG 12 Mei 2026 Ditutup Melemah 46 Poin ke Level 6.858
Foto: Ilustrasi IHSG 12 Mei 2026 Ditutup Melemah 46 Poin ke Level 6.858.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan penurunan pada penutupan perdagangan Selasa (12/5/2026). Dilansir dari Investortrust, indeks terpangkas sebanyak 46,72 poin atau setara 0,68% ke posisi 6.858.

Pergerakan indeks saham domestik berada di rentang fluktuatif antara 6.762 hingga 6.977. Total nilai transaksi perdagangan yang tercatat pada hari ini mencapai Rp 14,11 triliun.

Tren negatif ini berbanding terbalik dengan performa pasar saham Asia yang mayoritas justru bergerak menguat. Penurunan indeks selaras dengan merosotnya nilai tukar rupiah yang menyentuh level terendah baru sepanjang masa di posisi Rp 17.500.

Merosotnya indeks disebabkan oleh jatuhnya sebagian besar sektor saham. Sektor kesehatan memimpin penurunan sebesar 3,52%, diikuti sektor industri yang melemah 3,20%.

Sektor infrastruktur juga terkoreksi sebesar 1,49%, sedangkan sektor consumer non primer turun 1,44%. Sektor teknologi ikut menyumbang pelemahan setelah merosot 0,61%.

Meski demikian, beberapa sektor terpantau aman dari zona merah. Kenaikan melanda saham-saham yang berada di sektor material dasar, transportasi, serta sektor keuangan.

Daftar Saham yang Melonjak

Di tengah kejatuhan indeks, dua saham berhasil melonjak signifikan hingga menyentuh batas auto reject atas (ARA). Saham CCSI melesat 25% menuju level Rp 300, sementara saham ELPI melambung 24,90% ke posisi Rp 1.630.

Beberapa saham lain juga membukukan penguatan tajam meski tidak terkena ARA. Saham NZI melejit 30,82% ke level Rp 191, dan saham KJEN menguat 24% menjadi Rp 155.

Selanjutnya, saham GRIA mengalami kenaikan sebesar 20% ke posisi Rp 120. Saham BRPT ikut terkerek naik dengan lonjakan sebesar 14,86% ke level Rp 2.280.

Kilas Balik Perdagangan Sebelumnya

Pada hari sebelumya, indeks saham domestik juga ditutup melemah sebesar 63,78 poin atau 0,92% menuju level 6.905. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) yang mencapai Rp 751,15 milar.

Aksi lego saham oleh investor asing paling banyak melanda tiga saham utama. Saham BMRI mencatat net sell tertinggi senilai Rp 334,71 miliar, disusul BUMI sebesar Rp 135,36 miliar, dan DSSA senilai Rp 115,86 milar.

Koreksi tersebut dipicu oleh rontoknya saham-saham berkapitalisasi besar (big cap) serta penurunan sebagian besar sektor saham. Sektor energi, industri, keuangan, properti, consumer primer, dan transportasi menjadi penekan utama, sedangkan sektor infrastruktur melesat 1,52%.

Pada perdagangan tersebut, empat saham mencatatkan kenaikan ARA di atas 34%. Saham DPUM naik 34,67%, DFAM naik 34,62% ke Rp 140, LABS melesat 34,16% ke Rp 216, serta MORA melonjak 20% ke level Rp 9.000.

Artikel terkait

Rekomendasi