IEA Peringatkan Penurunan Drastis Stok Minyak Dunia Akibat Konflik

IEA Peringatkan Penurunan Drastis Stok Minyak Dunia Akibat Konflik
Foto: Ilustrasi IEA Peringatkan Penurunan Drastis Stok Minyak Dunia Akibat Konflik.

Badan Energi Internasional (IEA) mengeluarkan peringatan mengenai penyusutan cepat stok minyak dunia di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah pada Senin (18/5/2026). Penurunan inventaris komersial ini dipicu oleh eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, seperti dilansir dari Media Indonesia.

Krisis pasokan energi global tersebut semakin memburuk setelah Iran secara efektif menghentikan lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz. Langkah Teheran tersebut merupakan aksi balasan atas serangan militer yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.

"Inventaris komersial menurun. Saya pikir stok tersebut terkuras sangat cepat sekarang," ujar Fatih Birol, Direktur Eksekutif IEA.

Pimpinan lembaga energi tersebut juga mengingatkan bahwa cadangan darurat yang dimiliki dunia saat ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan selama beberapa minggu ke depan dan jumlahnya sangat terbatas.

Untuk mengantisipasi kelangkaan, IEA telah mengoordinasikan pelepasan 426 juta barel dari cadangan strategis milik 32 negara anggota, dengan 164 juta barel di antaranya telah terpakai. Di sisi lain, analisis pasar dari JP Morgan memproyeksikan inventaris minyak komersial negara maju akan mendekati titik kritis operasional pada bulan depan.

Krisis jalur distribusi ini juga memicu reaksi keras dari Washington yang mengancam akan menghancurkan Iran jika kesepakatan damai tidak segera tercapai. Menanggapi situasi di Selat Hormuz, Dewan Keamanan Nasional Agung Iran mengumumkan pembentukan badan baru bernama Persian Gulf Strait Authority untuk mengendalikan operasional jalur air tersebut.

Dampak penutupan jalur logistik ini mulai merembet ke industri penerbangan komersial global yang terancam kekurangan pasokan avtur menjelang musim liburan musim panas. Analis JP Morgan menegaskan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz pada Juni menjadi satu-satunya solusi untuk mencegah krisis bahan bakar pada sektor industri pemurnian dan konsumen akhir.

Meskipun pasar global mengalami tekanan hebat, kondisi berbeda dilaporkan terjadi pada jaringan maskapai penerbangan di kawasan Eropa. Wilayah tersebut diuntungkan oleh jalur pasokan alternatif yang relatif aman dari wilayah Amerika, Norwegia, dan Afrika Barat.

Namun, harga spot avtur global tercatat telah menembus angka di atas £112 per barel dan diprediksi bertahan tinggi, sehingga memaksa perusahaan penerbangan melakukan strategi lindung nilai pasokan.

Artikel terkait

Rekomendasi