DATA Indonesia Health Insights Report 2025 mengungkapkan sebanyak 74% ibu di Indonesia mengelola kesehatan tiga anggota keluarga atau lebih, sedangkan hanya 17% dari waktu mereka dialokasikan untuk kesehatan diri sendiri.
Untuk mengelola kesehatan keluarga, sebagian dari mereka mencari tahu akses layanan kesehatan secara digital mulai dari konsultasi dokter, pembelian obat, layanan laboratorium, hingga pemantauan kesehatan. Ini membuat Halodoc, ekosistem layanan kesehatan digital di Indonesia, terus menyederhanakan akses kesehatan bagi masyarakat dengan dukungan teknologi.
Chief Operating Officer Halodoc Alfonsius Timboel menyampaikan sejak didirikan pada 2016, Halodoc berevolusi dari platform telekonsultasi menjadi ekosistem kesehatan digital terintegrasi yang menghubungkan jutaan masyarakat dengan tenaga kesehatan berlisensi, apotek, laboratorium, fasilitas kesehatan dan mitra industri kesehatan lainnya.
Halodoc, kata dia, mempertegas komitmennya terus memperkuat ekosistem kesehatan digital dari hulu ke hilir, menghubungkan tiga pilar utama kesehatan yakni pasien, tenaga kesehatan, dan mitra ekosistem, dengan inovasi teknologi terbaru, melalui Hilda sebagai asisten digital yang kini berkembang menjadi Halodoc on WhatsApp dan layanan Family Care.
"Sepuluh tahun lalu, kami memulai Halodoc dari pertanyaan sederhana, mengapa akses layanan kesehatan belum merata bagi banyak orang Indonesia. Memasuki dekade berikutnya, kami fokus membangun layanan kesehatan yang tidak hanya digital, tetapi semakin proaktif, personal, dan relevan dengan kebutuhan serta kebiasaan masyarakat yang terus berubah seiring berjalannya waktu," ujar Alfonsius pada acara Perayaan 10 Tahun Halodoc, di Jakarta, Senin (25/5/2026).
Ia melanjutkan dalam kurun waktu singkat sejak diluncurkan pada 2025, Hilda mencatatkan hingga kini lebih dari 2 juta sesi interaksi pengguna, antara lain mencari bantuan untuk menavigasi layanan Halodoc seperti dokter spesialis yang sesuai, bertanya mengenai informasi kesehatan sehari-hari, serta informasi obat dan vitamin.
"Pola ini menunjukkan masyarakat siap untuk pengalaman kesehatan digital yang lebih proaktif. Hilda di WhatsApp kini jadi platform yang menjadi bagian dari keseharian 91% pengguna internet Indonesia atau setara dengan estimasi 185ÔÇô190 juta pengguna," ujarnya.
Ia menerangkan melalui Halodoc on WhatsApp, masyarakat dapat mengakses informasi kesehatan, membeli obat, hingga mendapat rekomendasi layanan medis dengan empat keunggulan utama, tanpa mengunduh aplikasi, tanpa login, jaminan 100% produk asli, dan pengiriman obat dalam satu jam.
Chief Marketing Officer Halodoc Fibriyani Elastria mengatakan pihaknya juga merilis Family Care, fitur terintegrasi bagi caregiver keluarga.
Fitur Family Care memungkinkan pengguna menambahkan profil terpisah untuk tiap anggota keluarga, dengan rekam medis, riwayat kesehatan, jadwal, dan perawatan preventif masing-masing yang terdokumentasi dalam satu tampilan terintegrasi, sehingga dapat memudahkan ibu dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga.
Selanjutnya, dari sisi penyedia layanan, Halodoc berupaya meningkatkan kualitas layanan medis yang diberikan tenaga kesehatan, termasuk dokter, apoteker, bidan, dan lainnya.
Salah satunya melalui Halodoc Academy sebagai wadah pembelajaran terakreditasi Kementerian Kesehatan dan menyediakan program peningkatan kompetensi sekaligus perolehan Satuan Kredit Profesi (SKP) untuk dokter, apoteker, bidan, perawat dan tenaga kesehatan lainnya. Hingga saat ini, Halodoc Academy diikuti lebih dari 123 ribu peserta dan menggelar 180 pelatihan bagi tenaga kesehatan.
"Saat ini, kami memperbarui Halodoc Academy dan platform Halodoc Doctors menjadi terintegrasi, melalui fitur Learn sebagai wadah edukasi. Dengan begitu, akses pembelajaran memungkinkan tenaga kesehatan mengikuti berbagai program edukasi serta peningkatan kompetensi secara lebih mudah dan terstruktur," katanya.
Chief Medical Officer Halodoc dr Irwan Heriyanto MARS menegaskan seluruh inovasi Halodoc berada di bawah pengawasan klinis Board of Medical Excellence (BoME) untuk memastikan standar mutu dan kepatuhan pada regulasi terjaga pada setiap aspek ekosistem, termasuk dalam pengembangan layanan berbasis AI seperti Hilda dan Halodoc on WhatsApp. (H-2)