PT Hyundai Motor Indonesia (HMID) mulai mewaspadai dampak lonjakan harga bahan bakar minyak khususnya solar non subsidi dan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap biaya operasional serta harga jual kendaraan di pasar domestik pada Rabu (13/5/2026).
Kondisi ekonomi tersebut memicu kekhawatiran terkait peningkatan biaya produksi dan distribusi di sektor otomotif. Sebagaimana dilansir dari Otomotif, kenaikan harga bahan bakar dinilai memiliki potensi kuat untuk mengubah peta harga mobil baru dalam waktu dekat.
Chief Operating Officer HMID, Fransiscus Soerjopranoto mengungkapkan bahwa pihak perusahaan sedang melakukan perhitungan komprehensif. Penentuan harga final nantinya akan mengombinasikan faktor eksternal seperti harga energi dan stabilitas mata uang.
"Tergantung dari naiknya harga bensin tersebut atau harga bahan bakar tersebut. Nah kalau bahan bakarnya naik cukup signifikan, kemudian nilai tukar mata uang juga naik. Kita akan kombinasikan itu semua menjadi yang namanya harga mobil" ujar Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer HMID.
Pihak manajemen menekankan bahwa daya saing industri otomotif nasional saat ini masih sangat ketat. Banyak produsen otomotif yang tetap meluncurkan varian produk baru untuk mempertahankan minat beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
"Sekarang seluruh pemain yang ada di dalam industri otomotif Indonesi sebetulnya lagi berusaha untuk bisa meramaikan industri otomotif di Indonesia," ujar Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer HMID.
Strategi pemberian keuntungan tambahan bagi konsumen juga menjadi langkah yang diambil banyak agen pemegang merek. Hal ini bertujuan agar pasar tetap bergairah meskipun terdapat tantangan biaya operasional yang meningkat.
"Beberapa pemain itu meluncurkan produk-produk baru, kemudian kasih benefit yang lebih menarik untuk customer. Termasuk Hyundai juga melakukan hal-hal tersebut," ujar Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer HMID.
Meski hingga saat ini harga unit Hyundai belum mengalami kenaikan, perusahaan memastikan tetap memantau pergerakan pasar secara intensif. Pengaruh pelemahan rupiah tetap menjadi indikator utama yang memengaruhi struktur harga di industri otomotif Indonesia.