PT Hutama Karya (Persero) terus memacu pembangunan Akses Lubuk Alung yang menjadi bagian dari Jalan Tol PekanbaruÔÇôPadang Seksi SicincinÔÇôPadang. Infrastruktur ini dirancang untuk mempermudah konektivitas serta mobilitas warga di wilayah Sumatera Barat.
Dikutip dari Kompas, proyek infrastruktur sepanjang 2,4 kilometer ini diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh dari Kota Padang menuju Pariaman. Kehadiran akses ini juga bakal mengintegrasikan pergerakan masyarakat ke berbagai wilayah sekitar secara lebih efisien.
Hingga saat ini, realisasi fisik pembangunan Akses Lubuk Alung sudah menyentuh angka 24,06 persen. Pengerjaan fasilitas pendukung ini dimulai setelah jalur utama Tol SicincinÔÇôPadang dipastikan siap beroperasi penuh seratus persen.
Sejumlah pengerjaan teknis di lapangan yang sedang dikebut meliputi penimbunan tanah, pembuatan bored pile Abutment 1 Jembatan Irigasi, serta pembangunan slab overpass interchange. Selain itu, pekerja juga sedang menyelesaikan box culvert dan lean concrete di beberapa titik area proyek.
Manajemen memastikan seluruh tahapan konstruksi digarap secara bertahap. Pihak kontraktor mengklaim tetap memprioritaskan mutu bangunan, ketepatan waktu pengerjaan, hingga penerapan standar keselamatan kerja yang ketat di area proyek.
Pelaksana Tugas (Plt) Executive Vice President (EVP) Sekretaris Hutama Karya Hamdani menjelaskan bahwa perusahaan terus memonitor agar seluruh fase pembangunan berjalan sesuai target. Aspek kualitas dan keamanan konstruksi menjadi fokus utama perseroan.
ÔÇ£Kami berkomitmen menyelesaikan pembangunan Akses Lubuk Alung secara optimal dengan memperhatikan mutu pekerjaan serta penerapan aspek kesehatan dan keselamatan kerja di seluruh area proyek,ÔÇØ tutur Hamdani, dikutip dari rilis, Senin (18/5/2026).
ÔÇ£Seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai standar konstruksi dan melalui pengawasan yang ketat agar nantinya dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,ÔÇØ lanjutnya.
Infrastruktur baru ini disiapkan untuk mempermudah para pengguna jalan tol yang ingin menuju ke area Lubuk Alung dan sekitarnya. Jalur ini akan membuka aksesibilitas langsung yang menghubungkan Tol PadangÔÇôSicincin dengan pusat kegiatan masyarakat.
Kelancaran mobilitas tersebut diprediksi bakal berimbas positif pada arus lalu lintas dari Kota Padang, Bukittinggi, hingga Pariaman. Hamdani menilai fasilitas ini mampu menyokong berbagai kegiatan sosial sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal.
Arus distribusi logistik, mobilitas harian warga, hingga jalur menuju pusat perdagangan dan permukiman diyakini akan semakin cepat. Proyek tol PekanbaruÔÇôPadang ini menjadi bagian krusial dari jaringan Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) yang dikembangkan pemerintah.
ÔÇ£Kehadiran akses ini menjadi bagian dari upaya Hutama Karya dalam menghadirkan infrastruktur jalan tol yang tidak hanya menghubungkan antardaerah, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan wilayah yang dilalui,ÔÇØ katanya.