Ulama Jelaskan Hukum Bayar Dam dan Kurban Bagi Jemaah Haji

Ulama Jelaskan Hukum Bayar Dam dan Kurban Bagi Jemaah Haji
Foto: Ilustrasi Ulama Jelaskan Hukum Bayar Dam dan Kurban Bagi Jemaah Haji.

Ibadah haji sering kali melibatkan kewajiban membayar dam bagi jemaah yang memilih jenis haji tamattu atau qiran. Di saat yang sama, ibadah kurban juga sangat dianjurkan bagi umat Islam pada bulan Dzulhijjah.

Muncul pertanyaan di tengah jemaah mengenai apakah seseorang yang telah menunaikan kewajiban dam masih diperbolehkan untuk berkurban. Dilansir dari Cahaya, para ulama memberikan penjelasan komprehensif terkait perbedaan mendasar kedua ibadah ini.

Meskipun sama-sama melibatkan penyembelihan hewan ternak pada bulan Dzulhijjah, dam dan kurban memiliki landasan pelaksanaan yang berbeda. Dam bersifat wajib bagi jemaah tertentu sebagai bagian dari tata cara haji.

Haji tamattu dilakukan dengan mendahulukan umrah sebelum puncak haji pada 8-9 Dzulhijjah. Kondisi ini mewajibkan jemaah membayar dam sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Kewajiban ini ditegaskan dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 196 yang berbunyi:

┘ü┘ÄÏÑ┘ÉÏ░┘ÄϺ Ïú┘Ä┘à┘É┘åϬ┘Å┘à┘Æ ┘ü┘Ä┘à┘Ä┘å Ϭ┘Ä┘à┘ÄϬ┘æ┘ÄÏ╣┘Ä Ï¿┘ÉϺ┘ä┘ÆÏ╣┘Å┘à┘ÆÏ▒┘ÄÏ®┘É ÏÑ┘É┘ä┘Ä┘ë Ϻ┘ä┘ÆÏ¡┘Äϼ┘æ┘É ┘ü┘Ä┘à┘ÄϺ ϺÏ│┘ÆÏ¬┘Ä┘è┘ÆÏ│┘ÄÏ▒┘Ä ┘à┘É┘å┘Ä Ïº┘ä┘Æ┘ç┘ÄÏ»┘Æ┘è┘É ┘ü┘Ä┘à┘Ä┘å ┘ä┘æ┘Ä┘à┘Æ ┘è┘Äϼ┘ÉÏ»┘Æ ┘ü┘ÄÏÁ┘É┘è┘ÄϺ┘à┘ŠϽ┘Ä┘äϺϽ┘ÄÏ®┘É Ïú┘Ä┘è┘æ┘ÄϺ┘à┘ì ┘ü┘É┘è Ϻ┘ä┘ÆÏ¡┘Äϼ┘æ┘É ┘ê┘ÄÏ│┘ÄÏ¿┘ÆÏ╣┘ÄÏ®┘ì ÏÑ┘ÉÏ░┘ÄϺ Ï▒┘Äϼ┘ÄÏ╣┘ÆÏ¬┘Å┘à┘Æ

Artinya: "Apabila kamu telah aman, maka bagi siapa yang ingin bersenang-senang (tamattuÔÇÖ) mengerjakan umrah sebelum haji, (maka sembelihlah) hewan korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan, maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari apabila kamu telah pulang kembali."

Hukum dan Anjuran Berkurban

Berbeda dengan dam, kurban merupakan ibadah sunnah muakkadah bagi mereka yang mampu. Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan ibadah ini semasa hidupnya, menjadikannya anjuran yang sangat kuat bagi muslim.

Landasan ibadah kurban salah satunya merujuk pada Surat Al-Kautsar ayat 2:

┘ü┘ÄÏÁ┘Ä┘ä┘æ┘É ┘ä┘ÉÏ▒┘ÄÏ¿┘æ┘É┘â┘Ä ┘ê┘ÄϺ┘å┘ÆÏ¡┘ÄÏ▒┘Æ

Artinya: "Maka shalatlah kepada Tuhanmu dan sembelihlah hewan qurban."

Hadits riwayat Imam Ahmad dan Ibnu Majah juga memberikan peringatan bagi yang mampu namun enggan berkurban:

┘à┘Ä┘å┘Æ ┘ê┘Äϼ┘ÄÏ»┘Ä Ï│┘ÄÏ╣┘ÄÏ®┘ï ┘ü┘Ä┘ä┘Ä┘à┘Æ ┘è┘ÅÏÂ┘ÄÏ¡┘É┘æ ┘ü┘Ä┘äϺ ┘è┘Ä┘é┘ÆÏ▒┘ÄÏ¿┘Ä┘å┘Ä┘æ ┘à┘ÅÏÁ┘Ä┘äϺ┘Ä┘æ┘å┘ÄϺ

Artinya: "Barangsiapa mendapatkan kelapangan tetapi tidak berqurban, maka janganlah dia mendekati tempat shalat kami."

Boleh Berkurban Meski Sudah Bayar Dam

Para ulama menjelaskan bahwa jemaah haji tetap dianjurkan berkurban meski sudah membayar dam. Hal ini dikarenakan tujuan dan ketentuan pelaksanaannya tidak saling menggugurkan satu sama lain.

Dalam sebuah riwayat, Nabi Muhammad SAW juga melakukan kurban bagi istri-istrinya saat berada di Mina:

Ïú┘Ä┘å┘Ä┘æ Ϻ┘ä┘å┘Ä┘æÏ¿┘É┘ë┘Ä┘æ ÔÇô ÏÁ┘ä┘ë Ϻ┘ä┘ä┘ç Ï╣┘ä┘è┘ç ┘êÏ│┘ä┘à ÔÇô Ï»┘ÄÏ«┘Ä┘ä┘Ä Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘è┘Æ┘ç┘ÄϺ ┘ê┘ÄÏ¡┘ÄϺÏÂ┘ÄϬ┘Æ Ï¿┘ÉÏ│┘ÄÏ▒┘É┘ü┘Ä Ïî ┘é┘ÄÏ¿┘Æ┘ä┘Ä Ïú┘Ä┘å┘Æ Ï¬┘ÄÏ»┘ÆÏ«┘Å┘ä┘Ä ┘à┘Ä┘â┘Ä┘æÏ®┘Ä ┘ê┘Ä┘ç┘Æ┘ë┘Ä Ï¬┘ÄÏ¿┘Æ┘â┘É┘ë ┘ü┘Ä┘é┘ÄϺ┘ä┘Ä : ┘à┘ÄϺ ┘ä┘Ä┘â┘É Ïú┘Ä┘å┘Ä┘ü┘ÉÏ│┘ÆÏ¬┘É . ┘é┘ÄϺ┘ä┘ÄϬ┘Æ ┘å┘ÄÏ╣┘Ä┘à┘Æ. ┘é┘ÄϺ┘ä┘Ä : ÏÑ┘É┘å┘Ä┘æ ┘ç┘ÄÏ░┘ÄϺ Ïú┘Ä┘à┘ÆÏ▒┘î ┘â┘ÄϬ┘ÄÏ¿┘Ä┘ç┘ŠϺ┘ä┘ä┘Ä┘æ┘ç┘Å Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘ë Ï¿┘Ä┘å┘ÄϺϬ┘É ÏóÏ»┘Ä┘à┘Ä Ïî ┘ü┘ÄϺ┘é┘ÆÏÂ┘É┘ë ┘à┘ÄϺ ┘è┘Ä┘é┘ÆÏÂ┘É┘ë Ϻ┘ä┘ÆÏ¡┘ÄϺϼ┘Å┘æ Ï║┘Ä┘è┘ÆÏ▒┘Ä Ïú┘Ä┘å┘Æ ┘äϺ┘Ä Ï¬┘ÄÏÀ┘Å┘ê┘ü┘É┘ë Ï¿┘ÉϺ┘ä┘ÆÏ¿┘Ä┘è┘ÆÏ¬┘É . ┘ü┘Ä┘ä┘Ä┘à┘Ä┘æÏº ┘â┘Å┘å┘Ä┘æÏº Ï¿┘É┘à┘É┘å┘ï┘ë Ïú┘ÅϬ┘É┘èϬ┘Å Ï¿┘É┘ä┘ÄÏ¡┘Æ┘à┘É Ï¿┘Ä┘é┘ÄÏ▒┘ì Ïî ┘ü┘Ä┘é┘Å┘ä┘ÆÏ¬┘Å ┘à┘ÄϺ ┘ç┘ÄÏ░┘ÄϺ. ┘é┘ÄϺ┘ä┘Å┘êϺ ÏÂ┘ÄÏ¡┘Ä┘æ┘ë Ï▒┘ÄÏ│┘Å┘ê┘ä┘ŠϺ┘ä┘ä┘Ä┘æ┘ç┘É ÔÇô ÏÁ┘ä┘ë Ϻ┘ä┘ä┘ç Ï╣┘ä┘è┘ç ┘êÏ│┘ä┘à ÔÇô Ï╣┘Ä┘å┘Æ Ïú┘ÄÏ▓┘Æ┘ê┘ÄϺϼ┘É┘ç┘É Ï¿┘ÉϺ┘ä┘ÆÏ¿┘Ä┘é┘ÄÏ▒┘É

Artinya: "Nabi Muhammad SAW pernah menemui Sayyidah Aisyah di Sarif sebelum masuk Makkah dan ketika itu ia sedang menangis. Lantas Nabi Muhammad SAW bertanya: Mengapa? Apakah engkau sedang haid? Ia pun menjawab: Iya. Nabi pun bersabda: Ini adalah ketetapan Allah bagi para wanita. Kerjakanlah manasik sebagaimana yang dilakukan oleh orang yang berhaji namun jangan thawaf di Kakbah. Ketika kami di Mina, saya dihantarkan daging sapi. Saya pun bertanya: Apa Ini? Mereka (para sahabat) menjawab: Rasulullah SAW melakukan qurban atas nama istri- istrinya dengan sapi."

Aturan Lokasi Penyembelihan

Penyembelihan dam secara prinsip harus dilaksanakan di Tanah Haram. Pendapat kuat menyebutkan dam tidak sah dilakukan di luar wilayah tersebut agar distribusinya menjangkau kaum miskin di Makkah.

Sebaliknya, ibadah kurban dapat dilaksanakan di mana saja, baik di Tanah Haram maupun di luar wilayah tersebut. Waktu pelaksanaannya berlangsung mulai tanggal 10 hingga akhir hari Tasyriq pada 13 Dzulhijjah.

Penyembelihan hewan kurban lebih utama dilakukan sendiri oleh yang berkurban. Namun, syariat membolehkan jika proses tersebut diwakilkan kepada pihak lain atau panitia tertentu.

Niat kurban tetap berasal dari orang yang berkurban, tanpa syarat bagi pihak yang mewakili. Dengan demikian, membayar dam tidak menghilangkan anjuran untuk tetap berkurban bagi jemaah haji yang memiliki kelapangan harta.

Artikel terkait

Rekomendasi