Honda Vision 110 Hadir di Eropa Gunakan Rangka eSAF dengan Nama Baru

Honda Vision 110 Hadir di Eropa Gunakan Rangka eSAF dengan Nama Baru
Foto: Ilustrasi Honda Vision 110 Hadir di Eropa Gunakan Rangka eSAF dengan Nama Baru.

Penggunaan rangka eSAF pada sepeda motor matic Honda kini telah merambah pasar otomotif Eropa melalui model Honda Vision 110. Skutik yang didatangkan langsung dari Vietnam ini menawarkan spesifikasi teknis yang cukup familiar bagi pengguna motor di Asia Tenggara.

Dilansir dari Suara, terdapat penyesuaian identitas pada komponen rangka yang digunakan saat motor ini dipasarkan di wilayah tersebut. Pihak pabrikan memilih untuk tidak mencantumkan istilah eSAF dalam keterangan spesifikasi resminya.

Langkah unik diambil oleh pabrikan dengan mengubah sebutan jenis rangka pada situs web resmi Honda di Uni Eropa. Mereka menggunakan istilah "Pressed Steel Underbone" untuk mendeskripsikan kerangka berbahan plat baja press tersebut.

Padahal, di negara asalnya yaitu Vietnam, kerangka ini tetap dikenal dengan nama eSAF atau Enhanced Smart Architecture Frame. Strategi pergantian nama ini menjadi sorotan mengingat rangka serupa sempat menjadi perbincangan hangat di Indonesia beberapa waktu lalu.

Teknologi arsitektur pintar ini awalnya dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi produksi massal. Selain itu, penggunaan material baja press bertujuan untuk mereduksi bobot kendaraan secara keseluruhan agar lebih ringan saat dikendarai.

Hingga saat ini, jenis rangka tersebut masih menjadi tumpuan utama pada berbagai lini skutik populer Honda. Model seperti Honda Beat, Scoopy, Genio, hingga skutik kelas atas Vario 160 tercatat masih mengandalkan konstruksi tersebut.

Spesifikasi Mesin dan Fitur Honda Vision 110

Honda Vision 110 memiliki hubungan kekerabatan dengan Honda Dio di Jepang dan diposisikan sebagai penerus Honda Spacy. Sektor dapur pacunya dibekali mesin 109,5cc eSP dengan sistem pendingin udara serta teknologi injeksi bahan bakar.

Mesin tersebut mampu memproduksi tenaga maksimal sebesar 6,4 kW dengan torsi puncak mencapai 9,0 Nm. Karakteristik ini dinilai sangat mirip dengan mesin yang digunakan pada Honda Beat di pasar Indonesia.

Untuk menunjang efisiensi, motor ini dilengkapi fitur Idling Stop System (ISS) dan starter halus berteknologi ACG. Konsumsi bahan bakarnya diklaim sangat irit, yakni mampu mencapai jarak 54,5 kilometer untuk setiap satu liter bensin.

Meskipun secara mekanis serupa dengan Beat, Vision 110 memiliki fitur bawaan yang jauh lebih mewah. Sistem kunci pintar atau Smart Key System sudah menjadi fitur standar pada skutik komuter perkotaan ini.

Kenyamanan pengendara juga didukung dengan hadirnya soket pengisi daya tipe USB-C di area depan. Panel instrumen menggunakan kombinasi digital, sementara kapasitas bagasi bawah jok mencapai 17,7 liter.

Desain Khas Skutik Premium Eropa

Tampilan Honda Vision 110 mengacu pada desain keluarga Honda seri SH yang elegan dengan lantai dek rata. Lampu utama diposisikan pada area setang kemudi untuk memberikan visibilitas yang lebih baik.

Perbedaan paling menonjol dibandingkan skutik Asia terletak pada konfigurasi roda yang dirancang asimetris. Roda depan menggunakan velg berukuran 16 inci untuk meningkatkan stabilitas saat melintasi jalanan berbatu di Eropa.

Sementara itu, bagian belakang tetap mempertahankan velg ukuran 14 inci untuk menjaga keseimbangan. Penggunaan ban dengan diameter berbeda ini bertujuan untuk meredam getaran permukaan jalan secara optimal bagi pengendara.

Artikel terkait

Rekomendasi