Honda Umumkan Recall Terbaru 2026, 98 Ribu Unit Mobil Kena Dampak Resmi

Honda Umumkan Recall Terbaru 2026, 98 Ribu Unit Mobil Kena Dampak Resmi
Foto: Honda Umumkan Recall Terbaru 2026, 98 Ribu Unit Mobil Kena Dampak Resmi. (Illustration by Pexels)

Honda kembali mengumumkan program penarikan kembali atau recall dalam skala besar untuk unit kendaraan mereka di pasar Amerika Serikat. Produsen otomotif asal Jepang ini terpaksa melakukan langkah tersebut akibat ditemukannya masalah serius pada komponen keamanan airbag.

Berdasarkan laporan resmi dari National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), terdapat hampir 100 ribu unit mobil yang teridentifikasi bermasalah. Secara terperinci, total kendaraan yang masuk dalam daftar perbaikan ini mencapai angka 98.892 unit.

Detail Kerusakan Sensor Berat Penumpang

Pangkal permasalahan dari program ini terletak pada sensor berat penumpang yang terpasang di kursi bagian depan. Komponen tersebut dilaporkan berisiko mengalami keretakan yang dapat memicu terjadinya arus pendek atau korsleting.

Kondisi ini sangat berbahaya karena bisa mengakibatkan airbag depan dan airbag lutut penumpang mengembang secara tidak tepat saat terjadi kecelakaan. Ketidaksesuaian fungsi ini dikhawatirkan justru akan mencelakai penumpang di dalam kabin.

Melansir informasi dari Autoblog, masalah ini menjadi perhatian yang sangat mendalam bagi pihak otoritas keselamatan. Hal tersebut dikarenakan sistem airbag modern sangat bergantung pada data sensor untuk menyesuaikan kekuatan ledakan balon udara.

Airbag dirancang untuk membaca bobot dan ukuran tubuh penumpang agar perlindungan yang diberikan bisa maksimal. Jika sensor bermasalah, fungsi adaptif ini akan hilang dan meningkatkan risiko cedera fatal.

Pada skenario tertentu, airbag seharusnya tidak mengembang untuk kategori penumpang tertentu demi alasan keselamatan. Kategori tersebut meliputi anak-anak, bayi yang menggunakan kursi khusus, atau orang dewasa dengan postur tubuh kecil.

Dalam dokumen teknis yang dirilis, pihak pabrikan menjelaskan bahwa pemicu utama kerusakan ini berasal dari perubahan material dasar papan sirkuit. Perubahan ini dilakukan oleh pihak pemasok komponen setelah adanya kendala produksi.

Gangguan produksi tersebut dipicu oleh bencana alam yang melanda fasilitas manufaktur salah satu pemasok tingkat kedua mereka. Dampaknya, papan sirkuit pada sensor mengalami tekanan mekanis yang berlebihan.

Tekanan inilah yang kemudian menyebabkan kapasitor pada papan sirkuit retak hingga memicu hubungan arus pendek internal. Hal inilah yang mendasari keputusan Honda untuk segera melakukan penarikan unit dari tangan konsumen.

Daftar Model yang Terdampak Penarikan

Permasalahan sensor ini tidak hanya ditemukan pada satu jenis kendaraan saja, melainkan mencakup berbagai lini produk populer. Berbagai model mulai dari sedan, SUV, hingga minivan tercatat dalam daftar penarikan massal ini.

Berikut adalah daftar lengkap kendaraan Honda dan Acura yang masuk dalam program recall kali ini:

  • Honda Accord untuk tahun produksi 2016 hingga 2022.
  • Honda Accord Hybrid untuk periode produksi 2017 sampai 2022.
  • Honda Civic yang diproduksi pada rentang tahun 2016 hingga 2022.
  • Honda CR-V untuk tahun produksi 2017 sampai dengan 2022.
  • Honda Odyssey produksi tahun 2018 hingga model terbaru tahun 2026.
  • Honda Pilot untuk unit yang diproduksi antara tahun 2017 sampai 2022.
  • Acura MDX, RDX, serta TLX dari berbagai tahun produksi tertentu.

Secara keseluruhan, ada puluhan varian kendaraan dari kedua merek di bawah naungan Honda tersebut yang harus diperbaiki. Pemilik kendaraan diharapkan segera melakukan pengecekan status unit mereka melalui situs resmi atau dealer terdekat.

Prosedur Perbaikan dan Perluasan Kampanye

Pihak Honda menyampaikan bahwa sejauh ini mereka telah menerima lebih dari 200 laporan klaim garansi terkait masalah sensor tersebut. Perusahaan berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan ini secara tuntas bagi seluruh pelanggan.

Para pemilik kendaraan yang terdampak akan segera mendapatkan pemberitahuan resmi melalui surat yang dikirimkan ke alamat masing-masing. Proses pengiriman surat pemberitahuan ini dijadwalkan akan dimulai pada tanggal 6 Juli 2026 mendatang.

Setelah menerima undangan tersebut, konsumen diminta untuk segera mendatangi dealer resmi Honda atau Acura terdekat. Tim mekanik akan melakukan penggantian komponen sensor berat kursi dengan unit baru yang lebih aman.

Layanan perbaikan ini dipastikan sepenuhnya gratis tanpa ada pungutan biaya apa pun dari pemilik kendaraan. Honda menanggung seluruh biaya suku cadang dan jasa sebagai bentuk tanggung jawab atas keselamatan konsumen mereka.

Fakta menariknya, program penarikan kali ini sebenarnya merupakan tahap perluasan dari kampanye serupa yang pernah dilakukan sebelumnya. Pada Februari 2024 lalu, Honda sudah melakukan penarikan untuk kasus yang sama.

Saat itu, jumlah kendaraan yang harus diperbaiki mencapai angka yang jauh lebih besar, yakni lebih dari 750 ribu unit. Dengan adanya penambahan terbaru ini, jangkauan dampak masalah sensor terus meluas.

Jika dikalkulasi secara total, maka jumlah kendaraan Honda dan Acura yang terdampak masalah ini kini hampir menyentuh angka 850 ribu unit. Langkah preventif ini diharapkan dapat meminimalisir potensi bahaya di jalan raya akibat kegagalan sistem keamanan.

Hingga saat ini, pihak pabrikan terus melakukan koordinasi dengan jaringan dealer untuk memastikan ketersediaan suku cadang pengganti. Hal ini dilakukan agar proses perbaikan massal dapat berjalan lancar tanpa hambatan teknis yang berarti.

Bagi konsumen yang merasa mobilnya masuk dalam kategori tersebut namun belum menerima surat, disarankan untuk proaktif. Pemilik bisa memasukkan nomor identifikasi kendaraan (VIN) pada platform resmi Honda untuk memverifikasi status recall unitnya.

Artikel terkait

Rekomendasi