Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan klarifikasi tegas terkait beredarnya jadwal pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Bea Cukai 2026 yang tersebar luas di media sosial. Instansi ini memastikan bahwa rekrutmen tersebut belum resmi dibuka dan informasi jadwal yang beredar merupakan berita bohong.
Klarifikasi ini muncul menyusul ramainya unggahan yang menyebutkan pendaftaran seleksi akan berlangsung pada 27 April hingga 29 Mei 2026. Sebagaimana dilansir dari Info, Kemenkeu mengimbau masyarakat agar tidak terpaku pada informasi yang bukan bersumber dari kanal resmi pemerintah guna menghindari potensi penipuan.
Pihak kementerian menekankan bahwa seluruh pengumuman resmi terkait seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) hanya akan dipublikasikan melalui situs rekrutmen.kemenkeu.go.id. Selain itu, pendaftaran terpusat tetap menggunakan portal SSCASN yang dikelola oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).
"Berita yang beredar mengenai pembukaan pendaftaran CPNS Bea Cukai Kementerian Keuangan pada tanggal 27 April s.d. 29 Mei tahun 2026 merupakan berita hoaks," tulis Kemenkeu.
Meski membantah kabar CPNS tersebut, pemerintah memang sedang merancang penguatan tenaga teknis lapangan untuk Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Kemenkeu menyiapkan kuota sebanyak 380 posisi yang dikhususkan bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA).
Berbeda dengan narasi yang beredar, formasi ini direncanakan untuk skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), bukan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Bendahara negara Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa kebutuhan tenaga di lapangan saat ini sudah bersifat mendesak sehingga rekrutmen perlu segera diwujudkan.
Purbaya mengakui bahwa proses pengadaan pegawai baru untuk instansi bea cukai ini sempat tertunda selama beberapa bulan. Kendati anggaran untuk CASN tahun 2026 telah tersedia, pelaksanaan pembukaan formasi tetap bergantung pada keputusan teknis dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).
Fokus utama dari rekrutmen mendatang adalah mengisi sektor teknis operasional di berbagai wilayah Indonesia. Purbaya menegaskan bahwa kompetensi lulusan SMA dinilai sesuai untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja baru pada posisi teknis lapangan yang kini sedang diprioritaskan oleh pemerintah.