Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya melatih 200 kader baru dalam Pendidikan dan Pelatihan Daerah 2026 di Jakarta untuk memperkuat kapasitas bisnis menghadapi transisi daerah menjadi kota global, seperti dilansir dari Media Indonesia.
Jakarta memiliki potensi demografi yang besar dengan jumlah penduduk mencapai 10,7 juta jiwa, di mana sebanyak 71,27 persen di antaranya merupakan masyarakat usia produktif.
Ketua Umum BPD Hipmi Jaya M Riandy Haroen menjelaskan bahwa forum ini menjadi wadah peningkatan pola pikir dan kepemimpinan agar para anggota memiliki karakter pejuang yang adaptif serta inovatif.
"Namun, di era ketidakpastian global ini, sekadar lahirnya pengusaha muda tidak cukup. Kita harus memberikan bekal kuat agar mereka tetap berkembang dan kian kuat di era transisi Jakarta sebagai kota global," kata M Riandy Haroen, Ketua Umum BPD Hipmi Jaya.
Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah pakar dan pejabat negara untuk membagikan pengetahuan praktis kepada para pelaku usaha baru tersebut.
"Melalui forum ini, kami menghadirkan para tokoh panelis untuk menempa pengusaha muda sehingga bisa memiliki karakter pejuang pengusaha lebih adaptif, inovatif dan kolaboratif," kata M Riandy Haroen, Ketua Umum BPD Hipmi Jaya.
Sementara itu, pihak panitia menekankan pentingnya peran serta para wirausahawan baru dalam membangun ekosistem bisnis lokal yang memiliki daya saing di tingkat internasional.
"Kami optimistis setelah pengusaha muda Hipmi Jaya mengikuti Diklatda 2026 ini membawa pulang banyak manfaat untuk diaplikasikan langsung pada bisnis sehingga bisnis mereka scale-up dan kelak menjadi pebisnis tangguh serta berdaya saing global," tutur Razoola Menakh, Ketua Panitia Diklatda BPD Hipmi Jaya 2026.
Acara Diklatda 2026 ini diisi oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo, Wakil Ketua DPRD DKI Wibi Andrino, serta beberapa pejabat kementerian dan anggota DPR RI.