Harga Tiket Pesawat Umrah Melonjak Rp 6,5 Juta Akibat Kenaikan Avtur

Harga Tiket Pesawat Umrah Melonjak Rp 6,5 Juta Akibat Kenaikan Avtur
Foto: Ilustrasi Harga Tiket Pesawat Umrah Melonjak Rp 6,5 Juta Akibat Kenaikan Avtur.

Biaya tiket pesawat untuk perjalanan umrah dilaporkan mengalami kenaikan signifikan mencapai Rp 6,5 juta per tiket akibat lonjakan harga bahan bakar avtur. Kondisi ini dikonfirmasi oleh Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) pada Jumat (8/5/2026).

Gejolak harga ini memicu reaksi keras dari berbagai biro perjalanan dan asosiasi di seluruh Indonesia. Berdasarkan data yang dihimpun, kenaikan tarif tersebut bervariasi antara Rp 4 juta hingga Rp 6,5 juta tergantung pada maskapai penerbangan yang digunakan.

"Iya betul, semua travel dan semua asosiasi lagi heboh. Ada beberapa penerbangan menaikkan harga tiket haji dari Rp 4 juta sampai Rp 6,5 juta," kata Zaky Zakaria, Sekretaris Jenderal Amphuri sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Penyesuaian tarif yang dianggap tidak wajar ini berdampak langsung pada operasional biro perjalanan. Zaky menyebutkan bahwa ketidakstabilan harga bahkan telah mengakibatkan pembatalan sejumlah jadwal penerbangan dari Surabaya.

"Yang pasti penyebabnya kenaikan harga avtur," tegas Zaky Zakaria, Sekretaris Jenderal Amphuri.

Sebagai langkah protes, beberapa pengurus daerah Amphuri seperti Sulawesi Selatan dan Papua telah menemui pihak maskapai. Asosiasi juga sedang menyusun surat resmi yang ditujukan kepada Kementerian Haji Republik Indonesia untuk meminta mediasi.

"Tim 13 Asosiasi sedang konsep surat ke Kemenhaj RI agar segera memediasi asosiasi dengan semua penerbangan untuk tidak menaikkan harga semaunya," imbuh Zaky Zakaria, Sekretaris Jenderal Amphuri.

Di sisi lain, Ketua Litbang DPP AMPHURI, Ulul Albab, menyoroti bahwa faktor geopolitik di Timur Tengah turut membebani biaya operasional maskapai. Meski demikian, ia menegaskan bahwa risiko industri tersebut tidak boleh sepenuhnya dibebankan kepada pihak travel dan jemaah.

"Jika semua risiko industri penerbangan langsung dipindahkan ke masyarakat, maka yang terjadi bukan lagi penyesuaian bisnis yang sehat, tetapi ketimpangan beban dalam rantai ekosistem umrah," jelas Ulul Albab, Ketua Litbang DPP AMPHURI.

Ulul mengusulkan enam solusi untuk menyelamatkan ekosistem umrah, termasuk transparansi biaya, skema harga tetap, serta penambahan alternatif maskapai internasional. Hal ini bertujuan agar jemaah kelas menengah tidak terhambat untuk berangkat ke tanah suci.

"Solusi tidak boleh dibangun dengan cara membebankan seluruh tekanan kepada pihak paling bawah, yakni jemaah dan travel umrah," tutur Ulul Albab, Ketua Litbang DPP AMPHURI.

Upaya berbagi beban antar pelaku industri dianggap menjadi kunci untuk menjaga kesehatan rantai ekosistem layanan ibadah ini di masa sulit.

"Jika ekosistem ini ingin tetap sehat, maka semangat yang harus dikedepankan adalah berbagi beban, bukan saling memindahkan beban," tukas Ulul Albab, Ketua Litbang DPP AMPHURI.

Artikel terkait

Rekomendasi