Harga Solar Melonjak Picu Penurunan Penjualan Mobil Diesel Bekas

Harga Solar Melonjak Picu Penurunan Penjualan Mobil Diesel Bekas
Foto: Ilustrasi Harga Solar Melonjak Picu Penurunan Penjualan Mobil Diesel Bekas.

Permintaan pasar terhadap mobil diesel bekas mengalami penurunan signifikan sebagai dampak langsung dari lonjakan harga bahan bakar solar nonsubsidi pada Selasa, 12 Mei 2026. Fenomena ini membuat kendaraan populer seperti Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport kini mulai kehilangan peminat di bursa otomotif.

Kondisi pasar yang lesu tersebut memaksa sejumlah pedagang melakukan penyesuaian harga demi menjaga sirkulasi unit di showroom. Dilansir dari Otomotif, penurunan harga jual untuk kategori kendaraan bermesin diesel ini tercatat menyentuh angka 10 hingga 20 persen dari harga normal di pasaran.

Singgih, pemilik Willies Mobil di Kelapa Dua, Depok, mengamati bahwa perubahan harga bahan bakar membuat calon konsumen kini berpikir ulang sebelum melakukan transaksi. Ia menyebutkan bahwa sebelumnya segmen mobil diesel sangat diminati karena efisiensi biaya operasionalnya.

"Kalau dibilang berpengaruh, pasti berpengaruh. Sebelum kenaikan ini, mobil diesel memang sedang naik daun," kata Singgih, pemilik Willies Mobil.

Pedagang di Jawa Barat ini menjelaskan bahwa mayoritas pembeli sebelumnya berasal dari kalangan menengah ke bawah yang mencari penghematan biaya melalui konsumsi Biosolar. Unit seperti Innova atau Fortuner sering dijadikan kendaraan harian di perkotaan.

"Kalau yang saya lihat, pembelinya banyak dari kalangan menengah ke bawah. Mereka cari Innova atau Fortuner untuk dipakai ÔÇÿcumi daratÔÇÖ karena masih konsumsi Biosolar," ujar Singgih, pemilik Willies Mobil.

Meskipun demikian, konsumen kelas atas dinilai tetap melirik mesin diesel karena alasan performa mesin yang tangguh dan tingkat kenyamanan kabin yang lebih baik untuk perjalanan jarak jauh.

"Kalau menengah ke atas mungkin pakai diesel karena faktor kenyamanan. Istilahnya pakai VRZ memang untuk cari nyaman," kata Singgih, pemilik Willies Mobil.

Kekhawatiran mengenai biaya operasional harian kini menjadi hambatan utama bagi calon pembeli, terutama setelah selisih harga antara solar subsidi dan nonsubsidi semakin melebar.

"Butuh kalangan menengah ke bawah juga pasti jiper lihat harga BBM sekarang. Harga diesel segitu enggak mungkin enggak berpengaruh," ujar Singgih, pemilik Willies Mobil.

Penurunan minat ini berimbas langsung pada angka penjualan di berbagai gerai mobil bekas di wilayah Depok dan sekitarnya.

"Imbasnya pasti ke penjualan mobil bekas seperti ini juga," kata Singgih, pemilik Willies Mobil.

Agus, pemilik Focus Motor, memberikan rincian mengenai besaran koreksi harga yang terjadi di lapangan akibat rendahnya permintaan sejak kenaikan harga tajam pada Mei 2026.

"Harga mobil diesel turun 10 sampai 20 persen dari pasaran yang biasa," ujar Agus, pemilik Focus Motor.

Ia menegaskan bahwa meskipun mesin diesel dikenal irit, faktor harga bahan bakar yang tinggi tetap membuat pembeli jauh lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.

"Permintaan jelas turun ya. Makanya diturunin sampai segitu," kata Agus, pemilik Focus Motor.

Andi Supriadi, pemilik Jordy Mobil, menambahkan bahwa koreksi harga rata-rata berada di kisaran 10 persen. Penurunan harga terdalam biasanya menyasar unit dengan kondisi fisik atau dokumen yang kurang lengkap dibandingkan unit standar lainnya.

Artikel terkait

Rekomendasi