Harga Sapi Kurban di Sukoharjo Naik Menjelang Idul Adha 2026

Harga Sapi Kurban di Sukoharjo Naik Menjelang Idul Adha 2026
Foto: Ilustrasi Harga Sapi Kurban di Sukoharjo Naik Menjelang Idul Adha 2026.

Harga jual sapi kurban di Kabupaten Sukoharjo dilaporkan merangkak naik antara Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per ekor menjelang peringatan Idul Adha 1447 Hijriah. Kenaikan nilai jual ini dipicu oleh tingginya permintaan masyarakat terhadap hewan ternak pada Senin (11/5/2026).

Berdasarkan data yang dilansir dari Cahaya, lonjakan harga ini terjadi merata untuk berbagai jenis sapi meskipun stok dipastikan masih mencukupi. Dinas Pertanian dan Perikanan (DPP) Kabupaten Sukoharjo mencatat peningkatan kebutuhan hewan kurban mencapai sekitar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Bidang Peternakan DPP Kabupaten Sukoharjo, Susilo, mengonfirmasi adanya pertumbuhan permintaan pasar untuk periode tahun ini.

ÔÇ£Kalau kebutuhan hewan kurban dibanding tahun 2025 ada kenaikan sekitar 5 persen,ÔÇØ ujarnya Susilo, Kepala Bidang Peternakan DPP Kabupaten Sukoharjo.

Susilo memaparkan bahwa saat ini harga rata-rata sapi kurban menyentuh angka Rp 22 juta hingga Rp 25 juta per ekor. Sementara itu, sapi betina dengan dokumen keterangan tidak produktif masih bisa didapatkan dengan harga di bawah Rp 20 juta.

ÔÇ£Untuk sapi memang signifikan naik sekitar Rp 1 juta sampai Rp 2 jutaan. Rata-rata sekarang di angka Rp 22 juta sampai Rp 25 juta,ÔÇØ jelas Susilo.

Terdapat prediksi bahwa tren kenaikan harga masih akan terus berlanjut hingga mencapai puncak pembelian tepat sebelum hari raya. Meski harga fluktuatif, pihak dinas menjamin ketersediaan sapi, kambing, dan domba tetap aman secara kuantitas maupun kualitas.

ÔÇ£Untuk kebutuhan hewan kurban di Kabupaten Sukoharjo sangat cukup. Dari segi usia dan syarat-syarat juga memenuhi,ÔÇØ katanya Susilo.

Terkait aspek kesehatan, DPP Sukoharjo terus memperketat pengawasan guna mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Selama periode Januari hingga April 2026, tercatat terdapat tujuh kasus temuan PMK yang diklaim telah berhasil ditangani sepenuhnya.

ÔÇ£Yang diwaspadai memang masih PMK. Tapi di Sukoharjo tahun ini terkendali. Dari Januari sampai April ada tujuh kasus temuan, tetapi semuanya bisa dikendalikan,ÔÇØ ungkap Susilo.

Langkah preventif dilakukan dengan mewajibkan sterilisasi menggunakan disinfektan serta masa karantina bagi hewan yang didatangkan dari luar wilayah Sukoharjo. Para pedagang diinstruksikan untuk memisahkan hewan baru minimal selama tiga hari sebelum dicampur dengan ternak lainnya.

ÔÇ£Kami sudah komunikasi dan edukasi kepada pengepul maupun pasar hewan. Kalau ada sapi dari luar harus dilakukan disinfektan dan karantina atau dipisah minimal tiga hari,ÔÇØ terangnya Susilo.

Selain pengawasan di pasar, tim medis juga disiagakan untuk melakukan pemeriksaan ante mortem pada H-2 dan H-1 sebelum penyembelihan. Proses vaksinasi dan pemberian obat cacing telah dilakukan sebagai tahap awal perlindungan kesehatan ternak.

ÔÇ£Dari awal kami sudah melakukan vaksinasi dan pemberian obat cacing. Kemudian H-2 dan H-1 nanti dilakukan pemeriksaan ante mortem sebelum dipotong,ÔÇØ jelas Susilo.

Pemeriksaan post mortem akan menjadi tahap akhir pengawasan untuk menjamin daging yang didistribusikan kepada warga telah memenuhi standar kesehatan dan syariat Islam.

ÔÇ£Tim sudah kami bentuk untuk pemeriksaan kesehatan fisik dan unsur syariatnya. Setelah pemotongan juga ada pemeriksaan lagi,ÔÇØ tandas Susilo.

Artikel terkait

Rekomendasi