Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menunjukkan pergerakan positif pada sesi perdagangan Senin, 4 Mei 2026 siang. Emiten perbankan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia ini berhasil bertahan di zona hijau.
Data dari RTI Business menunjukkan bahwa saham milik Grup Djarum tersebut berada di posisi Rp5.875 per lembar. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 25 poin atau setara dengan 0,43 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Dikutip dari Suara, pergerakan BBCA cukup dinamis sejak pembukaan pasar pagi hari di level Rp5.800 per saham. Sepanjang sesi berjalan, harga sempat menyentuh titik tertinggi pada angka Rp5.950 per lembar.
Meskipun mengalami penguatan yang moderat, BBCA tetap memegang peranan krusial bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kapitalisasi pasarnya yang menembus Rp717 triliun menjadikannya penopang utama arah indeks secara keseluruhan.
Secara fundamental, saham ini mencatatkan rasio harga terhadap laba atau Price to Earnings Ratio (PER) pada level 12,46 kali. Kondisi ini memberikan gambaran valuasi perusahaan di tengah dinamika pasar modal yang fluktuatif.
Bagi para investor yang fokus pada pendapatan pasif, BBCA menawarkan daya tarik melalui dividend yield sebesar 5,72 persen. Angka ini tetap menjadi salah satu pertimbangan utama bagi para pemegang saham di sektor perbankan.
Pergerakan harga saat ini juga berada di area support kuat jika merujuk pada histori setahun terakhir. Level terendah dalam 52 minggu terakhir tercatat berada pada posisi Rp5.800 per lembar saham.
Rentang fluktuasi tahunan BBCA terpantau cukup lebar, mengingat harga tertinggi dalam periode satu tahun sempat menyentuh angka Rp9.800. Investor kini terus memantau stabilitas saham ini sebagai indikator kesehatan pasar modal domestik.