Harga RAM DDR5 Turun 30 Persen Akibat Stok Melimpah dan Inovasi Google

Harga RAM DDR5 Turun 30 Persen Akibat Stok Melimpah dan Inovasi Google
Foto: Ilustrasi Harga RAM DDR5 Turun 30 Persen Akibat Stok Melimpah dan Inovasi Google.

Harga komponen memori DDR5 di pasar spot global tercatat anjlok hingga 30 persen pada Senin (13/4/2026) setelah sempat mengalami lonjakan ekstrem selama setahun terakhir akibat tren kecerdasan buatan (AI). Penurunan ini menandai koreksi harga signifikan pertama bagi konsumen hardware PC sejak awal tahun 2025.

Dilansir dari Detik iNET yang mengutip data Tom's Hardware, harga spot untuk keping DDR5 berkapasitas 16GB kini menyentuh angka USD 37,20 atau setara Rp 500 ribuan. Sementara itu, varian DDR4 16GB juga mengalami penyusutan harga sebesar lima persen menjadi USD 74,10 atau sekitar Rp 1,1 juta.

Koreksi harga ini dipicu oleh dua faktor utama, yakni aksi cuci gudang massal oleh para distributor dan pengumuman teknologi kompresi memori baru dari Google bernama TurboQuant. Kehadiran inovasi perangkat lunak tersebut dilaporkan memicu kepanikan distributor untuk segera mengosongkan stok lama mereka.

Meskipun terjadi penurunan di pasar spot, harga saat ini masih tercatat 20 kali lipat lebih tinggi dibandingkan harga pada awal 2025 yang hanya sebesar USD 3,20 untuk DDR4 16GB. Lonjakan hingga 2.200 persen dalam setahun tersebut sebelumnya disebabkan oleh masifnya pembangunan pusat data AI di berbagai negara.

Laporan dari DigiTimes menunjukkan bahwa efek penurunan ini sudah mulai terlihat pada platform ritel daring seperti Amazon di Amerika Serikat dan China. Sejumlah paket memori DDR5 kapasitas 32GB kini dipasarkan 30 persen lebih murah dibandingkan periode bulan sebelumnya.

Namun, penurunan harga di tingkat distributor diprediksi tidak akan bertahan lama bagi konsumen akhir karena volume perdagangan spot yang relatif kecil. Sebaliknya, harga memori di pasar kontrak pabrikan justru diperkirakan akan naik antara 58 persen hingga 63 persen pada periode mendatang.

Selain komponen RAM, harga flash NAND yang menjadi bahan baku utama SSD diproyeksikan akan melonjak hingga 75 persen pada kuartal ini. Kondisi tersebut memberikan indikasi bahwa biaya perakitan komputer secara keseluruhan masih akan tetap tinggi dalam beberapa minggu ke depan.

Artikel terkait

Rekomendasi