Kondisi harga komoditas pangan nasional menunjukkan pergerakan yang bervariasi pada perdagangan 8 Mei 2026. Tekanan harga terlihat menonjol pada kelompok bumbu dapur, khususnya cabai dan bawang merah, yang mengalami kenaikan harga cukup tajam di pasar tradisional.
Kenaikan harga yang signifikan ini dipicu oleh kendala pasokan harian yang dipengaruhi oleh faktor cuaca serta hambatan dalam jalur distribusi. Gejolak harga pada kelompok hortikultura tersebut biasanya langsung dirasakan oleh rumah tangga karena perannya sebagai kebutuhan utama konsumsi harian.
Berdasarkan data Panel Harga Pangan Bank Indonesia (BI) pukul 10.16 WIB yang dikutip dari Suara, cabai merah besar menjadi komoditas dengan kenaikan tertinggi. Harganya melonjak 8,91 persen atau naik Rp4.300 menjadi Rp53.800 per kilogram.
Tren peningkatan juga terjadi pada cabai merah keriting yang harganya naik 2,02 persen menjadi Rp48 ribu per kilogram. Sementara itu, bawang merah ukuran sedang turut melonjak 6,68 persen atau naik Rp3.050 ke level Rp48.700 per kilogram.
Bawang putih ukuran sedang juga mengalami kenaikan meskipun tidak sedalam cabai, yakni menguat 1,41 persen ke harga Rp39.450 per kilogram. Kondisi berbeda dialami oleh komoditas beras yang justru mencatatkan penurunan harga secara menyeluruh.
Beras kualitas bawah I turun tipis 0,34 persen menjadi Rp14.450 per kilogram, sedangkan kualitas bawah II melemah 2,41 persen ke Rp14.150 per kilogram. Untuk beras kualitas medium I, harganya menyusut 4,35 persen menjadi Rp15.400 per kilogram.
Penurunan harga juga terlihat pada beras medium II sebesar 3,13 persen ke level Rp15.500 per kilogram. Kelompok beras super pun ikut melemah, dengan kualitas super I turun 4,02 persen ke Rp16.700 dan super II turun 3,85 persen menjadi Rp16.250 per kilogram.
Stabilitas pada sektor beras ini menandakan bahwa pasokan masih relatif terjaga dibandingkan kelompok hortikultura. Penurunan harga ini dianggap krusial dalam menjaga inflasi mengingat beras adalah komponen pangan utama masyarakat nasional.
Pada sektor protein hewani, harga daging ayam ras segar merosot cukup tajam sebesar 8,25 persen menjadi Rp35.600 per kilogram. Namun, harga telur ayam ras terpantau tidak mengalami perubahan dan tertahan di angka Rp31.450 per kilogram.
Daging sapi menunjukkan tren yang beragam, di mana kualitas I turun 1,42 persen menjadi Rp145.650 per kilogram. Sebaliknya, daging sapi kualitas II justru mengalami kenaikan sebesar 1,57 persen menjadi Rp141.650 per kilogram.
Penurunan harga yang cukup signifikan juga terjadi di sektor minyak goreng. Minyak goreng curah anjlok 7,79 persen menjadi Rp18.950 per kilogram, diikuti penurunan pada minyak goreng kemasan bermerek I dan II yang masing-masing berada di level Rp23.100 dan Rp22.550 per kilogram.
| Komoditas | Harga Terbaru (Rp) | Perubahan (%) |
|---|---|---|
| Cabai Merah Besar | 53.800 | +8,91 |
| Bawang Merah Sedang | 48.700 | +6,68 |
| Cabai Merah Keriting | 48.000 | +2,02 |
| Bawang Putih Sedang | 39.450 | +1,41 |
| Beras Kualitas Medium I | 15.400 | -4,35 |
| Beras Kualitas Super I | 16.700 | -4,02 |
| Daging Ayam Ras | 35.600 | -8,25 |
| Minyak Goreng Curah | 18.950 | -7,79 |
| Minyak Goreng Kemasan I | 23.100 | -2,74 |
| Daging Sapi Kualitas I | 145.650 | -1,42 |