Data Bank Indonesia pada 5 Mei 2026 mencatat adanya peredaan tekanan harga pada sejumlah komoditas hortikultura serta daging di pasar tradisional seluruh wilayah Indonesia.
Dikutip dari Suara, laporan terbaru menunjukkan penurunan signifikan terjadi pada berbagai jenis cabai dan daging, meskipun beberapa bahan pokok strategis masih bertahan di level harga yang tinggi.
Berdasarkan Data Panel Harga Pangan Bank Indonesia (BI) pukul 10.10 WIB, bawang merah ukuran sedang kini dibanderol Rp48.450 per kilogram setelah mengalami penurunan 5,33 persen atau Rp2.450.
Koreksi harga juga terlihat pada bawang putih ukuran sedang yang turun 2,15 persen menjadi Rp40.300 per kilogram, memberikan sedikit ruang bagi pengeluaran rumah tangga konsumen.
Pergerakan harga beras di pasar menunjukkan tren yang bervariasi antara kenaikan dan penurunan tergantung pada kualitas produk yang tersedia.
Beras kualitas bawah I mengalami kenaikan 3,78 persen menjadi Rp15.100 per kilogram, sementara beras kualitas medium I justru turun 2,17 persen menjadi Rp15.750 per kilogram.
Penurunan paling drastis di sektor hortikultura terjadi pada cabai rawit hijau yang merosot tajam hingga 30,43 persen ke angka Rp33.750 per kilogram.
Cabai rawit merah juga menyusul dengan penurunan 10,47 persen menjadi Rp54.700 per kilogram, meski nominal tersebut tetap menjadi yang tertinggi di kelompok jenis cabai.
Kondisi Protein Hewani dan Kebutuhan Pokok Lainnya
Harga protein hewani secara umum mengalami pelemahan, di mana daging sapi kualitas I turun 3,99 persen menjadi Rp142.150 per kilogram.
Daging ayam ras segar juga ikut melandai sebesar 2,46 persen ke level Rp37.650 per kilogram. Namun, kondisi berbeda dialami oleh komoditas telur ayam ras segar yang justru naik 4,43 persen menjadi Rp33.000 per kilogram.
Untuk komoditas gula, kenaikan harga masih membebani pengeluaran rumah tangga dengan gula pasir kualitas premium melonjak 7,65 persen menjadi Rp21.800 per kilogram.
Minyak goreng kemasan bermerek II juga mencatat kenaikan signifikan sebesar 6,35 persen ke angka Rp24.300 per kilogram, kontras dengan minyak goreng curah yang turun menjadi Rp20.050 per kilogram.
| Komoditas | Harga (Rp/Kg) | Perubahan (%) |
|---|---|---|
| Bawang Merah Sedang | 48.450 | -5,33% |
| Bawang Putih Sedang | 40.300 | -2,15% |
| Beras Kualitas Bawah I | 15.100 | +3,78% |
| Beras Kualitas Medium I | 15.750 | -2,17% |
| Beras Kualitas Super I | 16.850 | -2,88% |
| Cabai Rawit Merah | 54.700 | -10,47% |
| Cabai Rawit Hijau | 33.750 | -30,43% |
| Daging Sapi Kualitas I | 142.150 | -3,99% |
| Daging Ayam Ras | 37.650 | -2,46% |
| Telur Ayam Ras | 33.000 | +4,43% |
| Gula Pasir Premium | 21.800 | +7,65% |
| Gula Pasir Lokal | 19.850 | +3,12% |
| Minyak Goreng Curah | 20.050 | -2,43% |
| Minyak Goreng Kemasan I | 24.700 | +3,78% |
| Minyak Goreng Kemasan II | 24.300 | +6,35% |