Sejumlah komoditas pangan nasional di pasar tradisional mencatatkan kenaikan harga yang cukup tajam pada awal Mei 2026. Lonjakan ini dipicu oleh tingginya permintaan masyarakat setelah masa libur panjang berakhir serta kendala pada jalur distribusi wilayah.
Berdasarkan data Panel Harga Pangan Bank Indonesia (BI) yang dikutip dari Suara pada pukul 10.02 WIB, tekanan harga terjadi secara merata. Kenaikan paling menonjol terlihat pada kelompok bumbu dapur, aneka jenis beras, hingga produk protein hewani.
Bawang merah ukuran sedang menjadi komoditas dengan lonjakan harga tertinggi di kategori hortikultura. Harganya kini menembus Rp52.700 per kilogram, setelah mengalami kenaikan sebesar 14,57 persen atau bertambah Rp6.700 dibandingkan hari sebelumnya.
Kondisi serupa dialami bawang putih ukuran sedang yang kini dibanderol Rp42.750 per kilogram, meningkat 8,5 persen atau naik Rp3.350. Tekanan pada kelompok bumbu dapur ini memperlihatkan sensitivitas pasokan yang masih terganggu di tingkat distribusi.
Di kelompok cabai, cabai merah keriting mengalami kenaikan signifikan sebesar 13,17 persen menjadi Rp52.850 per kilogram. Sementara itu, cabai merah besar melonjak 10,08 persen ke level Rp54.600 per kilogram.
Cabai rawit merah masih menjadi yang termahal di kelasnya dengan harga Rp61.050 per kilogram, meskipun sempat terkoreksi tipis 0,89 persen. Sebaliknya, cabai rawit hijau justru anjlok 27,52 persen menjadi Rp35.300 per kilogram.
Sektor perberasan juga tidak luput dari tren kenaikan di seluruh kategori. Beras kualitas bawah I kini dipatok Rp15.650 per kilogram dan beras kualitas bawah II seharga Rp15.450 per kilogram.
Untuk kategori medium, beras medium I naik menjadi Rp16.350 per kilogram, sementara medium II berada di posisi Rp16.650 per kilogram. Beras kualitas super I dan II juga merangkak naik masing-masing ke level Rp17.900 dan Rp17.950 per kilogram.
Kenaikan Harga Protein dan Gula
Produk protein hewani turut membebani pengeluaran rumah tangga. Harga daging ayam ras segar kini mencapai Rp40.200 per kilogram, sedangkan telur ayam ras segar melonjak 7,1 persen menjadi Rp33.950 per kilogram.
Daging sapi kualitas I mengalami kenaikan menjadi Rp150.850 per kilogram, diikuti kualitas II yang naik ke angka Rp145.000 per kilogram. Kenaikan ini menunjukkan tekanan harga yang konsisten pada sektor kebutuhan pokok hewani.
Gula pasir kualitas premium mencatatkan lonjakan drastis sebesar 17,28 persen hingga menyentuh Rp23.750 per kilogram. Gula pasir lokal juga merangkak naik 4,16 persen menjadi Rp20.050 per kilogram.
Berbeda dengan tren umum, minyak goreng curah tercatat mengalami penurunan harga 4,15 persen menjadi Rp19.650 per kilogram. Namun, minyak goreng kemasan bermerek I dan II tetap naik masing-masing ke harga Rp24.050 dan Rp23.650 per kilogram.
| Komoditas | Harga Rata-Rata (Rp/Kg) | Perubahan (%) |
|---|---|---|
| Bawang Merah Sedang | 52.700 | +14,57% |
| Bawang Putih Sedang | 42.750 | +8,5% |
| Cabai Merah Keriting | 52.850 | +13,17% |
| Cabai Merah Besar | 54.600 | +10,08% |
| Cabai Rawit Merah | 61.050 | -0,89% |
| Beras Kualitas Super I | 17.900 | +3,17% |
| Beras Medium I | 16.350 | +1,55% |
| Daging Sapi Kualitas I | 150.850 | +2,03% |
| Telur Ayam Ras Segar | 33.950 | +7,1% |
| Gula Pasir Premium | 23.750 | +17,28% |