Sejumlah komoditas pangan pokok di pasar tradisional nasional mengalami lonjakan harga yang signifikan. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, tekanan harga ini terpantau pada Jumat, 16 Mei 2026.
Dilansir dari Suara, kenaikan harga yang cukup tajam melanda kelompok cabai, beras, hingga minyak goreng kemasan. Kondisi ini dipicu oleh adanya gangguan pada jalur distribusi serta kendala di sisi produksi pangan.
Lonjakan paling drastis terjadi pada komoditas cabai rawit merah yang naik sebesar 18,97 persen. Harga komoditas pedas ini menyentuh angka Rp 77.750 per kilogram atau mengalami kenaikan Rp 12.400 dari hari sebelumnya.
Tren serupa juga diikuti oleh cabai merah besar yang harganya terkerek 17,18 persen menjadi Rp 61.400 per kilogram. Sementara itu, cabai merah keriting kini berada di level Rp 56.950 per kilogram setelah naik 13,22 persen.
Kenaikan serentak pada berbagai jenis cabai ini mengindikasikan adanya kendala pasokan di daerah-daerah produsen. Kondisi tersebut memberikan beban ekonomi tambahan terhadap daya beli masyarakat yang sedang berupaya pulih.
Sektor komoditas beras juga tidak luput dari tren kenaikan harga. Beras kualitas bawah I saat ini dibanderol Rp 15.200 per kilogram, sementara beras kualitas bawah II naik menjadi Rp 15.600 per kilogram.
Untuk kategori beras medium, harga terpantau berada di kisaran Rp 15.800 hingga Rp 16.000 per kilogram. Sedangkan beras kualitas super tetap bertahan tinggi di level Rp 17.000 sampai Rp 17.250 per kilogram.
Minyak goreng kemasan bermerek turut mengalami kenaikan di kisaran 3,48 persen hingga 4,62 persen. Minyak goreng kemasan bermerek I kini mencapai Rp 24.900 per liter, meski minyak goreng curah justru turun ke harga Rp 20.000 per liter.
Daftar Harga Kebutuhan Pokok Nasional
Beberapa bahan kebutuhan pokok lainnya juga bergerak di zona merah. Gula pasir premium mengalami kenaikan menjadi Rp 21.250 per kilogram, diikuti gula pasir lokal yang naik ke angka Rp 19.500 per kilogram.
Pada kategori protein hewani, harga daging ayam ras segar melonjak 11,5 persen menjadi Rp 43.600 per kilogram. Telur ayam ras segar juga mengalami kenaikan harga menjadi Rp 32.450 per kilogram.
Berbeda dengan komoditas lain, harga daging sapi menunjukkan penurunan. Daging sapi kualitas I turun menjadi Rp 143.050 per kilogram, sementara kualitas II merosot ke level Rp 132.000 per kilogram.
| Komoditas | Satuan | Harga Terbaru (Rp) |
|---|---|---|
| Cabai Rawit Merah | Kilogram | 77.750 |
| Cabai Merah Besar | Kilogram | 61.400 |
| Cabai Merah Keriting | Kilogram | 56.950 |
| Beras Kualitas Medium I | Kilogram | 16.000 |
| Beras Kualitas Super I | Kilogram | 17.250 |
| Daging Ayam Ras Segar | Kilogram | 43.600 |
| Telur Ayam Ras Segar | Kilogram | 32.450 |
| Minyak Goreng Kemasan I | Liter | 24.900 |
| Gula Pasir Premium | Kilogram | 21.250 |
| Daging Sapi Kualitas I | Kilogram | 143.050 |
Dilihat dari sisi geografis, harga beras tertinggi di Indonesia saat ini berada di wilayah Papua yang mencapai Rp 19.050 per kilogram. Bengkulu dan Nusa Tenggara Timur menyusul dengan harga masing-masing Rp 15.950 dan Rp 15.300. Sementara itu, harga beras terendah secara nasional tercatat di wilayah Jawa Timur sebesar Rp 14.600 per kilogram.