Sejumlah komoditas pangan nasional di pasar tradisional seluruh provinsi mengalami lonjakan harga yang cukup drastis pada Rabu, 13 Mei 2026. Kondisi ini memberikan tekanan tambahan terhadap daya beli masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok harian.
Kenaikan harga tersebut mencakup berbagai bahan pangan penting mulai dari cabai, beras, bawang, daging, telur, gula, hingga minyak goreng. Fenomena ini dilaporkan terjadi secara merata di berbagai wilayah Indonesia.
Berdasarkan data Panel Harga Pangan Bank Indonesia yang dikutip dari Suara melalui situs bi.go.id/hargapangan, pergerakan harga terpantau naik signifikan pada pukul 09.56 WIB. Komoditas cabai menjadi salah satu yang mengalami kenaikan paling tajam.
Harga cabai merah besar melonjak sangat tinggi mencapai Rp88.650 per kilogram atau naik sebesar 72,47 persen. Sementara itu, cabai merah keriting juga mengalami kenaikan 38,54 persen menjadi Rp67.400 per kilogram.
Cabai rawit merah masih bertahan di level harga yang tinggi yakni Rp74.150 per kilogram setelah mengalami kenaikan 14,34 persen. Sebaliknya, cabai rawit hijau justru mengalami penurunan sebesar 10,4 persen menjadi Rp44.000 per kilogram.
Di sektor bumbu dapur, bawang merah ukuran sedang kini dibanderol Rp70.150 per kilogram setelah naik 51,35 persen. Bawang putih ukuran sedang juga melonjak 39,95 persen ke angka Rp54.650 per kilogram.
Pergerakan Harga Beras dan Protein
Kenaikan harga beras terjadi secara menyeluruh pada semua tingkatan kualitas. Beras kualitas bawah I naik 22,41 persen menjadi Rp17.750 per kilogram, sedangkan kualitas bawah II naik 21,65 persen ke posisi Rp17.700 per kilogram.
Untuk kategori medium, beras kualitas medium I naik 17,7 persen menjadi Rp18.950 per kilogram. Beras medium II juga mengalami peningkatan sebesar 17,55 persen sehingga berada di angka Rp18.750 per kilogram.
Lonjakan paling tinggi pada kelompok ini terlihat pada beras kualitas super I yang mencapai Rp21.000 per kilogram setelah naik 21,04 persen. Beras super II turut meningkat 18,93 persen menjadi Rp20.100 per kilogram.
Pada komoditas protein, harga daging ayam ras segar melonjak 32,98 persen menjadi Rp52.000 per kilogram. Telur ayam ras segar juga naik tajam 33,92 persen menjadi Rp41.850 per kilogram.
Harga daging sapi kualitas I tercatat naik 9,57 persen menjadi Rp161.400 per kilogram. Untuk daging sapi kualitas II, terjadi kenaikan sebesar 11,01 persen yang membuat harganya berada di level Rp154.250 per kilogram.
Harga Gula dan Minyak Goreng
Gula pasir premium mencatatkan kenaikan harga sebesar 31,68 persen menjadi Rp26.600 per kilogram. Sementara itu, harga gula pasir lokal juga terpantau naik 14,58 persen menuju angka Rp22.000 per kilogram.
Sektor minyak goreng tidak luput dari tren kenaikan di seluruh jenis produknya. Minyak goreng curah mengalami kenaikan harga sebesar 6,8 persen sehingga kini dipasarkan seharga Rp22.000 per kilogram.
Minyak goreng kemasan bermerek I mengalami lonjakan 19,5 persen menjadi Rp28.500 per kilogram. Untuk minyak goreng kemasan bermerek II, tercatat ada kenaikan sebesar 13,04 persen menjadi Rp26.000 per kilogram.
| Komoditas | Harga (Rp/Kg) | Kenaikan (%) |
|---|---|---|
| Cabai Merah Besar | 88.650 | 72,47 |
| Cabai Merah Keriting | 67.400 | 38,54 |
| Bawang Merah Sedang | 70.150 | 51,35 |
| Bawang Putih Sedang | 54.650 | 39,95 |
| Beras Kualitas Super I | 21.000 | 21,04 |
| Beras Kualitas Medium I | 18.950 | 17,70 |
| Daging Ayam Ras | 52.000 | 32,98 |
| Telur Ayam Ras | 41.850 | 33,92 |
| Daging Sapi Kualitas I | 161.400 | 9,57 |
| Gula Pasir Premium | 26.600 | 31,68 |
| Minyak Goreng Bermerek I | 28.500 | 19,50 |