Permintaan kendaraan listrik bekas di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat pada Minggu (26/4/2026) seiring tingginya harga unit baru dan kenaikan harga BBM. Konsumen kini mulai melirik unit purnajual sebagai alternatif realistis untuk beralih ke teknologi ramah lingkungan.
Data yang dihimpun dari berbagai bursa kendaraan menunjukkan adanya diversifikasi model dengan harga yang kian terjangkau bagi masyarakat. Dilansir dari Otomotif, sejumlah tipe populer kini sudah bisa didapatkan dengan anggaran di kisaran Rp 100 jutaan.
Thung Andi Supriadi, pemilik showroom Rendani Mobil, mengonfirmasi fenomena pergeseran minat konsumen ini di pasar sekunder. Menurut penjelasannya, lonjakan harga bahan bakar minyak menjadi pendorong utama masyarakat mencari unit bertenaga baterai.
"Kalau untuk mobil bekas, paling konsumen mencari mobil listrik, dan tidak ada kenaikan harga. Permintaanya aja yang ada peningkatan," ucap Thung Andi Supriadi, pemilik showroom Rendani Mobil.
Andi menambahkan bahwa ketersediaan unit seperti Wuling Air EV produksi tahun 2022 menjadi salah satu faktor penarik minat pembeli. Saat ini, model tersebut dipasarkan pada rentang harga yang jauh lebih kompetitif dibandingkan saat peluncuran perdananya.
"Ia juga mengatakan bahwa harga mobil listrik seperti Wuling Air EV tahun 2022 kini berada di kisaran Rp 100 jutaan," lapor Otomotif mengenai estimasi harga di pasaran saat ini.
Berikut adalah daftar harga kendaraan listrik bekas yang tercatat di bursa mobil pada akhir April 2026:
| Model Kendaraan | Tahun Produksi | Harga Estimasi |
|---|---|---|
| Wuling Air EV Long Range | 2022 | Rp 119 juta |
| Wuling Air EV Long Range | 2023 | Rp 130 juta |
| BYD Seal | 2024 | Rp 440 juta |
| BYD M6 | 2024 | Rp 325 juta |
| Chery J6 | 2025 | Rp 495 juta |
Fluktuasi harga pada unit-unit tersebut sangat bergantung pada variabel teknis seperti kesehatan baterai, sisa kapasitas daya, dan riwayat pengisian daya. Calon pembeli disarankan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dokumen serta riwayat servis sebelum melakukan transaksi.