Harga Mobil Diesel Bekas Menurun Akibat Kenaikan BBM Solar

Harga Mobil Diesel Bekas Menurun Akibat Kenaikan BBM Solar
Foto: Ilustrasi Harga Mobil Diesel Bekas Menurun Akibat Kenaikan BBM Solar.

Sejumlah pedagang mobil bekas di Jakarta menyesuaikan harga jual kendaraan bermesin diesel menyusul kenaikan harga BBM solar nonsubsidi yang memicu penurunan permintaan konsumen. Penyesuaian ini berdampak signifikan pada model populer seperti Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport karena meningkatnya pertimbangan biaya operasional.

Koreksi harga pada segmen kendaraan ini dilaporkan berkisar antara 10 hingga 20 persen dari nilai pasar normal, sebagaimana dilansir dari Otomotif. Pemilik Focus Motor, Agus, mengungkapkan bahwa penurunan harga jual saat ini terasa sangat berbeda dibandingkan dengan situasi pasar dalam kondisi stabil.

"Harga mobil diesel turun 10 sampai 20 persen dari pasaran yang biasa," ujar Agus, pemilik Focus Motor.

Agus menambahkan bahwa kenaikan harga bahan bakar membuat para calon pembeli kini bersikap lebih waspada sebelum melakukan transaksi. Meskipun mesin diesel dikenal efisien untuk penggunaan jarak jauh, biaya pengisian bahan bakar yang lebih mahal menjadi hambatan utama bagi serapan pasar.

"Permintaan jelas turun ya. Makanya diturunin sampai segitu," kata Agus.

Senada dengan kondisi tersebut, Andi Supriadi selaku pemilik Jordy Mobil mengonfirmasi bahwa dinamika harga bahan bakar minyak (BBM) memberikan dampak langsung pada fluktuasi harga unit di pasar sekunder.

"Pastinya turun," kata Andi Supriadi, pemilik Jordy Mobil.

Andi menjelaskan bahwa penurunan harga rata-rata berada di angka 10 persen. Besaran koreksi ini terutama menyasar pada unit kendaraan yang memiliki kekurangan pada aspek fisik maupun kelengkapan dokumen pendukung dibandingkan unit lain yang sekelas.

Di sisi lain, terdapat perbedaan strategi di antara para pelaku usaha dalam menghadapi situasi lesunya permintaan kendaraan peminum solar ini. Rama, seorang pedagang mobil bekas lainnya, mencatat bahwa penurunan harga di tingkat showroom sebenarnya belum berlangsung secara drastis.

"Namun, kalau bicara soal harga, sebenarnya belum ada penurunan signifikan, pedagang masih menjual dengan harga yang sama," kata Rama, pedagang mobil bekas.

Strategi yang diambil saat ini adalah dengan membatasi perputaran stok baru. Para pengusaha lebih memilih untuk menghabiskan unit yang sudah tersedia di gudang sebelum memutuskan untuk membeli unit tambahan dari pengguna.

"Perbedaannya, saat ini pedagang cenderung menahan diri untuk tidak mengambil stok mobil diesel seperti itu dulu. Mereka ingin menghabiskan stok yang ada sampai laku terjual," kata Rama.

Artikel terkait

Rekomendasi