Harga Minyak Dunia Naik Imbas Gangguan Pasokan di Selat Hormuz

Harga Minyak Dunia Naik Imbas Gangguan Pasokan di Selat Hormuz
Foto: Ilustrasi Harga Minyak Dunia Naik Imbas Gangguan Pasokan di Selat Hormuz.

Kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia pada perdagangan Jumat, 15 Mei 2026. Lonjakan harga ini dipicu oleh ketegangan di jalur logistik utama setelah personel Iran melakukan penyitaan kapal di lepas pantai Uni Emirat Arab (UEA).

Dilansir dari Suara, harga minyak mentah Brent berjangka tercatat menguat 60 sen atau 0,57 persen ke level 106,32 dolar AS per barel pada pukul 08.00 WIB. Pada saat yang sama, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga mengalami kenaikan sebesar 54 sen atau 0,53 persen menjadi 101,71 dolar AS per barel.

Sentimen pasar tetap memanas meskipun otoritas Iran mengklaim aktivitas di Selat Hormuz mulai pulih, namun jumlah kapal yang melintas masih berada di bawah angka rata-rata normal. Situasi logistik diperburuk dengan laporan karamnya sebuah kapal kargo India di perairan Oman pada Rabu lalu.

Analis Haitong Futures, Yang An, memberikan tinjauan bahwa keterbatasan pasokan menjadi faktor dominan yang menopang penguatan nilai komoditas ini di pasar internasional.

"Harga minyak sempat bergejolak beberapa kali kemarin, namun tetap ditutup mendekati level tertingginya," ujar Yang An, Analis Haitong Futures.

Ia menekankan bahwa volume lalu lintas kapal saat ini belum cukup memberikan dampak signifikan untuk menekan tren kenaikan harga yang sedang berlangsung.

"Meskipun mulai ada kapal yang melintas di selat, hal itu belum cukup kuat untuk mematahkan tren penguatan harga yang didorong oleh krisis pasokan," kata Yang An.

Di sisi lain, stabilitas Selat Hormuz menjadi agenda utama dalam pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing. Gedung Putih mengonfirmasi adanya kesepakatan kedua pemimpin untuk menjamin kelancaran jalur pelayaran internasional tersebut.

Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, memberikan pandangan mengenai posisi strategis China dalam menjaga hubungan diplomasi dan keamanan energi di wilayah tersebut.

"China bersikap sangat pragmatis terkait keterlibatan mereka dengan Iran," ujar Jamieson Greer, Perwakilan Dagang AS.

Greer menilai kepentingan besar China terhadap kepastian pasokan energi menjadi landasan utama sikap pragmatis tersebut selama rangkaian kunjungan kenegaraan di Beijing.

Artikel terkait

Rekomendasi