Harga Minyak Dunia Melonjak Imbas Peningkatan Ketegangan di Timur Tengah

Harga Minyak Dunia Melonjak Imbas Peningkatan Ketegangan di Timur Tengah
Foto: Ilustrasi Harga Minyak Dunia Melonjak Imbas Peningkatan Ketegangan di Timur Tengah.

Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan signifikan setelah menyentuh level tertinggi sejak awal Mei. Lonjakan ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi di kawasan Teluk.

Seperti diberitakan oleh Internasional, harga minyak Brent meningkat US$ 1,44 atau 1,32% ke posisi US$ 110,70 per barel pada pukul 23.37 GMT. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat US$ 1,84 atau 1,75% menjadi US$ 107,26 per barel.

Apresiasi kedua kontrak minyak tersebut bahkan telah menembus angka 7% sepanjang pekan lalu. Tren kenaikan ini terjadi seiring menipisnya harapan publik atas kesepakatan damai yang dapat menyudahi aksi penyitaan kapal serta serangan di sekitar Selat Hormuz.

Situasi di Timur Tengah semakin memanas setelah serangan drone menyasar wilayah Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya retorika politik antara Amerika Serikat dan Iran.

Otoritas UEA kini sedang melakukan investigasi mendalam terkait sumber serangan yang mengarah ke PLTN Barakah. Pemerintah UEA menegaskan bahwa negara tersebut memiliki hak penuh untuk mengambil tindakan responsif terhadap aksi teror tersebut.

Pada saat yang sama, militer Arab Saudi melaporkan telah berhasil melumpuhkan tiga drone. Pesawat tanpa awak tersebut terdeteksi memasuki ruang udara mereka dari wilayah Irak.

Terkait ancaman keamanan ini, Pemerintah Saudi menyatakan komitmennya untuk melakukan langkah operasional yang diperlukan. Upaya ini diambil demi menjaga kedaulatan sekaligus keamanan wilayah negara mereka.

Dampak Terhadap Infrastruktur Energi

Rentetan serangan udara ini dinilai membawa dampak serius bagi pasar energi global. Konflik yang melibatkan proksi regional berpotensi mengganggu jalur pasokan minyak mentah dunia.

Analis pasar IG, Tony Sycamore, menilai serangan drone tersebut menjadi peringatan serius bahwa serangan baru AS atau Israel terhadap Iran dapat memicu aksi balasan dari kelompok proksi Iran di kawasan Teluk, termasuk terhadap infrastruktur energi vital.

Di sisi lain, upaya diplomatik tampaknya masih menemui jalan buntu. Pembicaraan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pekan lalu berakhir tanpa sinyal bahwa China sebagai importir minyak terbesar dunia akan membantu meredakan konflik.

Guna merespons situasi yang berkembang, langkah antisipasi mulai disiapkan oleh pihak Washington. Berdasarkan laporan Axios, Presiden AS Donald Trump dijadwalkan bertemu para penasihat keamanan nasional pada Selasa untuk membahas opsi tindakan militer terkait Iran.

Artikel terkait

Rekomendasi