Biaya pembelian kartu memori dan flashdisk di pasar global dilaporkan mengalami lonjakan signifikan dengan nilai tengah mencapai 123 persen dibandingkan tahun sebelumnya pada Senin (20/4/2026). Fenomena ini dipicu oleh terbatasnya pasokan komponen utama akibat prioritas produksi untuk sektor kecerdasan buatan.
Data investigasi PCWorld yang dilansir dari Detik iNET menunjukkan adanya kasus ekstrem pada produk tertentu. Salah satunya adalah kartu memori Lexar Blue microSDXC UHS-I 256GB yang harganya melambung hingga 261 persen dalam periode satu tahun terakhir.
Laporan tersebut menegaskan tidak ada satu pun sampel produk yang harganya tetap stabil atau menurun. Kondisi ini berakar pada penggunaan chip NAND yang diproduksi pada jalur wafer yang sama dengan kebutuhan SSD untuk pusat data AI.
Pabrikan saat ini lebih mengutamakan pesanan dari pelanggan pusat data yang bersedia membayar harga tinggi untuk chip NAND kualitas premium. Strategi optimalisasi jalur produksi tersebut menyebabkan ketersediaan chip kelas bawah untuk kartu memori konvensional menjadi sangat langka.
Situasi ini turut mendorong produsen merilis produk kelas atas dengan harga yang tidak biasa. Pada awal April 2026, SanDisk meluncurkan kartu SD berkapasitas 2TB yang menyentuh angka ribuan dolar Amerika Serikat.
"USD 2.000 atau sekitar Rp 32 juta." kata laporan tersebut mengenai harga kartu SD terbaru SanDisk.
Angka yang tergolong sangat tinggi tersebut bahkan dilaporkan sudah menyertakan potongan harga khusus dari pihak produsen.
"USD 500 (sekitar Rp 8 juta)." tulis laporan itu merujuk pada nilai diskon yang diberikan.
Para pengamat memperkirakan tren harga tinggi ini tidak akan segera berakhir dalam waktu dekat. Sebagian pihak memprediksi kondisi pasar baru akan kembali normal sepenuhnya pada tahun 2027 mendatang.
Meski demikian, terdapat indikasi awal pemulihan pasar melalui sektor komponen lain. Penurunan harga RAM DDR5 yang terjadi baru-baru ini dianggap sebagai sinyal bahwa koreksi harga pada pasar memori secara luas sebenarnya sudah mulai berlangsung.