Harga Emas dan Perak Anjlok Akibat Penguatan Dolar AS

Harga Emas dan Perak Anjlok Akibat Penguatan Dolar AS
Foto: Ilustrasi Harga Emas dan Perak Anjlok Akibat Penguatan Dolar AS.

Harga emas dan perak global kembali mengalami tekanan besar pada Senin (2/2/2026) seiring penguatan dolar Amerika Serikat yang memicu aksi ambil untung massal setelah komoditas tersebut mencapai rekor tertinggi beberapa hari sebelumnya.

Dilansir dari Investortrust, harga emas spot merosot sekitar 5 persen menuju level US$4.616,79 per ons, menyusul kejatuhan tajam hampir 10 persen pada perdagangan Jumat lalu yang sempat menyeret harga ke bawah angka US$5.000 per ons.

Penurunan serupa terjadi pada perak yang sempat melemah lebih dari 12 persen sebelum terkoreksi ke posisi US$78,30 per ons, setelah sebelumnya mencatatkan kinerja harian terburuk sejak 1980 dengan anjlok 30 persen.

Tekanan di pasar berjangka semakin diperberat oleh keputusan CME Group yang menaikkan persyaratan margin untuk kontrak emas COMEX dari 6 persen menjadi 8 persen, serta menaikkan margin perak dari 11 persen menjadi 15 persen.

Kondisi pasar saat ini dipengaruhi oleh nominasi Kevin Warsh sebagai calon Ketua Federal Reserve oleh Presiden Donald Trump, yang memicu kemunculan kembali perdagangan bertema 'Buy America' dan memperkuat indeks dolar sebesar 0,8 persen.

Ekonom senior di Interactive Brokers, Jos├® Torres, menjelaskan bahwa momentum independensi yang sebelumnya mendorong logam mulia ke level ekstrem di bawah US$5.600 dan US$122 per ons kini mulai memudar.

"Perdagangan ÔÇÿBuy AmericaÔÇÖ kembali muncul sebagai dampaknya, dan dorongan independensi yang mendorong emas dan perak ke rekor ekstrem tepat di bawah US$5.600 dan US$122 per ons pada Kamis pagi kini mulai terurai," kata Jos├® Torres, ekonom senior di Interactive Brokers.

Meskipun terjadi koreksi tajam, Kepala wilayah Asia dan Timur Tengah di CMC Markets, Christopher Forbes, menilai penurunan ini sebagai siklus wajar setelah kenaikan harga yang luar biasa signifikan sepanjang tahun lalu.

Pelemahan emas merupakan ÔÇ£ruang hampa klasik setelah reli yang luar biasa,ÔÇØ ujar Forbes.

Faktor geopolitik dari Washington dan penguatan mata uang dolar disebut telah meredam euforia pasar yang sebelumnya sangat padat oleh posisi beli investor.

ÔÇ£Aksi ambil untung, penguatan dolar, dan tajuk geopolitik terbaru dari Washington telah mengempiskan euforia pada perdagangan yang sudah terlalu ramai,ÔÇØ ujar Forbes.

Investor kini menanti kepastian arah kebijakan moneter di bawah kepemimpinan Warsh yang dikenal memiliki pandangan hawkish atau pendukung kebijakan moneter ketat untuk mengendalikan inflasi.

ÔÇ£Kelemahan dolar yang kembali atau konfirmasi sikap dovish dari Warsh akan menarik kembali para pembeli saat harga turun,ÔÇØ kata Forbes.

Hingga saat ini, harga perak masih tercatat naik sekitar 16 persen dan emas tumbuh 8 persen sepanjang tahun berjalan, menyusul lonjakan rekor masing-masing sebesar 145 persen dan 65 persen pada tahun sebelumnya.

Artikel terkait

Rekomendasi