Harga Emas Dunia Turun Akibat Ketidakpastian Hubungan AS-Iran

Harga Emas Dunia Turun Akibat Ketidakpastian Hubungan AS-Iran
Foto: Ilustrasi Harga Emas Dunia Turun Akibat Ketidakpastian Hubungan AS-Iran.

Harga emas di pasar spot terkoreksi tipis sebesar 0,1 persen ke posisi 4.614,21 dollar AS per ons pada penutupan perdagangan Jumat (2/5/2026). Penurunan ini menandai pelemahan mingguan kedua berturut-turut yang dipicu oleh ketidakjelasan hasil negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Dilansir dari Money, pergerakan nilai logam mulia sepanjang pekan cenderung fluktuatif sebelum akhirnya kembali tertekan. Risiko inflasi yang meningkat akibat konflik geopolitik telah mengikis ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga global, yang secara otomatis memberikan sentimen negatif bagi komoditas emas.

Kenaikan indeks Bloomberg Dollar Spot sebesar 0,1 persen turut memperberat posisi emas karena membuat aset ini lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Sejak eskalasi konflik pada akhir Februari 2026, nilai emas tercatat telah merosot sekitar 14 persen akibat gangguan aliran energi di Selat Hormuz.

Presiden AS Donald Trump menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan situasi di Timur Tengah yang telah berlangsung selama sembilan minggu. Meski ada tekanan geopolitik, pemerintah Amerika Serikat belum menunjukkan tanda-tanda akan mengambil tindakan militer baru dalam waktu dekat.

"Presiden AS, Donald Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap jalannya negosiasi dengan Iran." ujar narasi dalam laporan tersebut.

Di sisi lain, terdapat indikasi bahwa pihak Iran telah mengirimkan proposal baru kepada pemerintah Amerika Serikat melalui mediasi Pakistan. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai keterkaitan antara sikap Trump dengan isi proposal diplomatik yang diajukan tersebut.

Kepala riset logam di JPMorgan Chase & Co., Greg Shearer, memberikan analisis mendalam terkait pergerakan pasar logam mulia saat ini. Shearer menyoroti adanya dukungan dari permintaan ritel di Asia dan akumulasi cadangan oleh otoritas moneter dunia.

"arah jangka pendek emas masih belum kuat, meskipun tren bullish jangka menengah tetap menjadi konsensus." kata Greg Shearer, Kepala riset logam di JPMorgan Chase & Co.

Penegasan mengenai kondisi pasar juga dikaitkan dengan faktor pendukung lain yang menjaga harga emas tidak merosot lebih dalam. Berdasarkan data World Gold Council, bank-bank sentral dunia terus meningkatkan cadangan emas pada kuartal pertama dengan laju pertumbuhan tercepat dalam setahun terakhir.

"permintaan ritel dari China membantu menopang harga dalam beberapa bulan terakhir, sementara tren akumulasi oleh bank sentral masih berlanjut." tambah Greg Shearer, Kepala riset logam di JPMorgan Chase & Co.

Sementara emas mengalami tekanan, pasar logam lainnya menunjukkan performa beragam dengan harga perak yang melonjak 2,2 persen ke level 75,36 dollar AS per ons. Platinum terpantau menguat tipis, sedangkan komoditas palladium justru mencatatkan pelemahan pada periode perdagangan yang sama.

Artikel terkait

Rekomendasi