Harga Emas Dunia Berpotensi Melanjutkan Tren Penurunan

Harga Emas Dunia Berpotensi Melanjutkan Tren Penurunan
Foto: Ilustrasi Harga Emas Dunia Berpotensi Melanjutkan Tren Penurunan.

Prospek perdagangan emas dunia diperkirakan masih dibayangi oleh tekanan kuat pada Rabu (20/5/2026) seiring dengan semakin menguatnya dominasi sentimen bearish dari sisi teknikal maupun fundamental. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Investor Daily, pergerakan komoditas ini terpantau mengalami penurunan sebesar 0,29 persen ke level US$ 4.467,61 per ons troi saat laporan tersebut ditulis.

Tren penurunan yang solid pada timeframe harian dinilai membuka peluang bagi terjadinya pelemahan lanjutan dalam jangka menengah setelah harga emas menembus area support penting di kisaran US$ 4.604 hingga US$ 4.538 per ons troi. Penembusan kawasan tersebut menjadi sinyal kuat konformasi tren turun sekaligus mengubah fungsinya menjadi area resistance yang baru.

Setiap kenaikan harga komoditas ini sekarang dinilai memiliki potensi yang terbatas dan cenderung dimanfaatkan oleh para pelaku pasar sebagai sebuah kesempatan untuk melakukan penjualan.

"Dalam kondisi seperti ini, setiap kenaikan harga berpotensi terbatas dan cenderung dimanfaatkan pelaku pasar sebagai peluang jual," ujar Geraldo Kofit, Analis Dupoin Futures.

Struktur pergerakan yang membentuk pola lower high dan lower low mengindikasikan adanya tren bearish yang kuat, dengan analisis Fibonacci Retracement menunjukkan target penurunan berikutnya berada di level ekstensi 161,8 persen yang bertepatan dengan harmonic level di area US$ 4.304 per ons troi, sebuah level yang terakhir kali terlihat pada Januari lalu.

Meskipun indikator stochastic saat ini sudah berada di area oversold atau jenuh jual, kondisi tersebut dinilai belum menunjukkan adanya tanda-tanda pembalikan arah yang signifikan bagi pergerakan harga emas dalam waktu dekat.

"Namun, dalam tren bearish yang dominan, kondisi tersebut justru mencerminkan tekanan jual yang belum mereda dan belum menunjukkan sinyal pembalikan arah yang signifikan," papar Geraldo Kofit, Analis Dupoin Futures.

Dari sisi fundamental, pelemahan aset ini diperparah oleh apresiasi nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) serta tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS yang membuat instrumen investasi berbasis dolar menjadi lebih menarik karena menawarkan imbal hasil bagi investor.

Ekspektasi pasar terkait kebijakan moneter bank sentral AS turut memperbesar tekanan, terutama dengan adanya perkiraan bahwa tingkat suku bunga tinggi akan dipertahankan dalam jangka waktu yang lebih lama.

"Pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS masih akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, terutama jika data inflasi dan tenaga kerja tetap solid," ucap Geraldo Kofit, Analis Dupoin Futures.

Stabilnya sentimen pasar global juga memicu penurunan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven karena pelaku pasar kini lebih memilih mengalihkan dana mereka ke instrumen berisiko seperti saham. Selain itu, aksi profit taking yang terjadi setelah kejatuhan harga yang tajam sebelumnya ikut mempercepat laju tekanan jual di pasar komoditas ini.

Penurunan harga emas menuju area US$ 4.304 per ons troi dinilai masih berpotensi besar untuk terjadi selama pergerakannya bertahan di bawah area resistance dan tidak ada perubahan sentimen yang signifikan di pasar global.

"Dengan kondisi tersebut, harga emas masih berpotensi turun menuju area US$ 4.304 per ons troi selama harga tetap bergerak di bawah area resistance US$ 4.604ÔÇô4.538 per ons troi dan belum ada perubahan signifikan dari sentimen pasar global," tutup Geraldo Kofit, Analis Dupoin Futures.

Artikel terkait

Rekomendasi