Harga Emas Dunia Diprediksi Tertekan Menuju Level Support

Harga Emas Dunia Diprediksi Tertekan Menuju Level Support
Foto: Ilustrasi Harga Emas Dunia Diprediksi Tertekan Menuju Level Support.

Aksi jual terhadap emas dunia diperkirakan masih terus berlanjut pada perdagangan Selasa (26/5/2026) akibat sentimen teknikal dan ekspektasi kebijakan suku bunga. Penurunan harga komoditas ini dilansir dari Investor Daily, di mana nilai emas jatuh 0,77 persen ke level US$ 4.534,9 per ons troi saat laporan tersebut ditulis.

Tren penurunan yang cukup kuat ini terlihat pada timeframe harian yang menempatkan posisi nilai komoditas tersebut berada di bawah garis rata-rata bergerak. Penjelasan mengenai kondisi pasar ini disampaikan oleh Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit yang melihat adanya pertahanan kuat dari batas atas pergerakan harga.

"Kondisi ini menunjukkan momentum kenaikan emas masih belum cukup kuat untuk membalikkan tren utama. Selama harga masih berada di bawah area tersebut, tekanan jual diperkirakan masih mendominasi," ujar Geraldo.

Perdagangan sebelumnya juga menunjukkan pergerakan yang terbatas karena minimnya rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat. Ketiadaan sentimen besar dari pasar global tersebut memicu para pelaku pasar untuk kembali melepas kepemilikan aset mereka pada sesi perdagangan pagi.

"Dengan kondisi tersebut, harga emas diperkirakan masih berpeluang turun menuju area support pertama di level US$ 4.483 per ons troi sebelum menentukan arah pergerakan berikutnya," tambah Geraldo.

Faktor fundamental lain yang menekan harga logam mulia ini adalah penguatan mata uang dolar Amerika Serikat serta tingginya imbal hasil obligasi pemerintah. Situasi tersebut dipicu oleh proyeksi pasar yang memperkirakan bahwa Bank Sentral Amerika Serikat akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama.

"Minimnya data ekonomi penting dalam waktu dekat juga membuat pasar cenderung wait and see," jelas Geraldo.

Fokus perhatian para investor global saat ini tertahan pada indikator inflasi, kondisi tenaga kerja, serta arah kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat. Tekanan diproyeksikan baru akan mereda setelah muncul sinyal pelonggaran kebijakan moneter yang jelas.

"Meski demikian, harga emas tetap berpotensi bergerak fluktuatif mengikuti perkembangan data ekonomi global dan pernyataan terbaru pejabat The Fed," kata Geraldo.

Artikel terkait

Rekomendasi