Harga Emas Dunia Menguat Berkat Harapan Perdamaian AS dan Iran

Harga Emas Dunia Menguat Berkat Harapan Perdamaian AS dan Iran
Foto: Ilustrasi Harga Emas Dunia Menguat Berkat Harapan Perdamaian AS dan Iran.

Nilai tukar emas global mengalami penguatan pada penutupan perdagangan Kamis (7/5/2026) seiring munculnya sentimen positif dari potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang meredakan kecemasan pasar terhadap lonjakan inflasi berkepanjangan.

Kenaikan harga emas spot tercatat sebesar 0,3 persen hingga menyentuh angka 4.700,98 dollar AS per ons setelah sempat berada pada level tertinggi dua pekan terakhir, sebagaimana dilansir dari Money melalui laporan Reuters.

Data perdagangan menunjukkan kontrak emas berjangka AS turut mengalami apresiasi sebesar 0,4 persen yang memosisikan harga pada level 4.710,90 dollar AS per ons di tengah perhatian pasar terhadap kebijakan moneter bank sentral.

Senior Market Strategist RJO Futures, Bob Haberkorn, memaparkan bahwa pelaku pasar saat ini tengah mengamati dengan seksama dinamika ketegangan di wilayah Timur Tengah sekaligus memprediksi arah suku bunga Federal Reserve.

"Jika gencatan senjata bertahan dan perang ini bisa kita tinggalkan, serta aktivitas bisnis kembali normal dengan Selat Hormuz tetap terbuka, saya melihat harga emas bisa terdorong menuju 5.000 dollar AS per ons," ujar Bob Haberkorn, Senior Market Strategist RJO Futures.

Optimisme tersebut didasari oleh laporan bahwa Iran dan AS semakin dekat dengan kesepakatan penghentian konflik, meskipun Teheran masih meninjau usulan pembukaan kembali akses strategis di Selat Hormuz.

"Pasar saat ini hanya memantau situasi di Timur Tengah, serta arah kebijakan yang akan diambil Federal Reserve AS," tambah Bob Haberkorn, Senior Market Strategist RJO Futures.

Sentimen penguatan ini sedikit tertahan oleh laporan Wall Street Journal yang menyebut pejabat senior Iran melalui Press TV menolak rencana pembukaan Selat Hormuz yang dianggap tidak realistis oleh pihak mereka.

Kondisi ini sempat memicu kenaikan harga minyak dunia yang berisiko memperlama periode suku bunga tinggi, mengingat emas cenderung kurang kompetitif jika imbal hasil aset lain meningkat akibat pengetatan moneter.

Analis dari TD Securities memperkirakan pergerakan positif logam mulia ini masih memiliki ruang tumbuh yang cukup lebar apabila tekanan inflasi dari sektor energi mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan.

"Ada peluang harga emas menembus di atas 5.200 dollar AS per ons ketika konflik dan tekanan inflasi akibat minyak mereda," tulis TD Securities.

Lembaga tersebut memproyeksikan tren penguatan harga akan semakin solid saat Federal Reserve mengalihkan fokus pada stabilitas sektor lapangan kerja yang biasanya diikuti dengan pelemahan indeks dollar AS.

"Lalu ketika The Fed mulai beralih fokus pada dukungan terhadap lapangan kerja, imbal hasil obligasi turun, dollar AS melemah, serta permintaan investor dan bank sentral kembali meningkat, tren bullish emas dapat kembali menguat," lanjut TD Securities.

Di sisi lain, permintaan fisik tetap kuat setelah bank sentral China dilaporkan terus menambah cadangan emas mereka selama 18 bulan berturut-turut hingga periode April 2026.

Tren kenaikan juga merambah ke perak spot yang naik 2,6 persen ke 79,32 dollar AS per ons, sementara platinum dan paladium justru masing-masing terkoreksi 1,2 persen dan 2,5 persen pada penutupan sesi yang sama.

Artikel terkait

Rekomendasi