Harga emas dunia mengalami penurunan tajam hingga menyentuh level terendah dalam satu setengah bulan terakhir pada perdagangan Senin, 18 Mei 2026 pagi. Komoditas ini melemah akibat eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang mengatrol harga minyak dan memicu kekhawatiran inflasi global.
Penurunan harga logam mulia spot tercatat sebesar 0,12 persen ke level US$ 4.5334,91 per ons troi saat berita ditulis, setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 30 Maret 2026. Dilansir dari Investor Daily, kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Juni juga merosot 0,59 persen menjadi US$ 4.533,7 per ons troi.
Tekanan pada sektor komoditas ini terjadi menyusul serangan pesawat tanpa awak atau drone yang menyebabkan kebakaran di fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir di Uni Emirat Arab. Insiden tersebut memicu lonjakan harga minyak mentah dan memperkuat perkiraan bahwa tingkat suku bunga tinggi akan dipertahankan dalam jangka waktu lama.
Pada saat yang sama, ketegangan kawasan semakin meningkat setelah Arab Saudi dilaporkan menyergap tiga unit drone yang mengancam wilayahnya. Di sisi lain, perundingan untuk mengakhiri perselisihan bersenjata antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran mengalami jalan buntu.
Situasi tersebut memicu peringatan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada pihak Iran.
"bergerak cepat" kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Langkah pengetatan moneter dari bank sentral diperkirakan akan berlanjut karena kenaikan harga energi berpotensi memperparah tingkat inflasi global. Dalam situasi inflasi yang melonjak, otoritas moneter biasanya akan menaikkan suku bunga acuan, sehingga memangkas daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.
Perkembangan pasar keuangan global saat ini menunjukkan peningkatan ekspektasi dari pelaku pasar terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat. Berdasarkan data FedWatch Tool CME Group, peluang bagi Federal Reserve untuk mengerek suku bunga acuan pada Desember mendatang telah menyentuh angka 50 persen.
Para investor global kini tengah menantikan perilisan risalah pertemuan komite kebijakan Federal Reserve bulan April yang dijadwalkan keluar pada pekan ini. Dokumen tersebut dinilai krusial untuk membaca arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat ke depan.
Perubahan kebijakan juga terjadi di Asia, di mana India memperketat regulasi impor perak untuk hampir seluruh jenis demi melindungi nilai tukar mata uang rupee. Dampaknya, potongan harga emas di India melonjak ke rekor tertinggi baru, meskipun permintaan investasi fisik di China terpantau masih sangat kuat.
Koreksi harga juga melanda kelompok logam mulia lainnya di pasar spot global. Harga perak spot tercatat anjlok sebesar 2,2 persen ke level US$ 74,30 per ons troi, sementara platinum melemah 0,6 persen menjadi US$ 1.961,30, dan palladium turun 1,2 persen ke posisi US$ 1.396,25 per ons troi.