Harga Emas Dunia Menguat ke Level 4.557 Dollar AS per Ons

Harga Emas Dunia Menguat ke Level 4.557 Dollar AS per Ons
Foto: Ilustrasi Harga Emas Dunia Menguat ke Level 4.557 Dollar AS per Ons.

Nilai tukar emas global mengalami kenaikan signifikan pada penutupan perdagangan Rabu (6/5/2026) pagi WIB setelah sebelumnya sempat merosot ke level terendah dalam satu bulan terakhir. Berdasarkan data yang dilansir dari Money, harga emas spot meningkat sebesar 0,8 persen ke angka 4.557,56 dollar AS per ons.

Kenaikan ini terjadi tepat sehari setelah harga logam mulia tersebut menyentuh titik terendah sejak akhir Maret 2026. Sementara itu, kontrak emas berjangka Amerika Serikat (AS) juga mencatatkan penguatan sebesar 0,8 persen dan kini berada pada posisi 4.568,50 dollar AS per ons.

Analis pasar American Gold Exchange, Jim Wyckoff menjelaskan bahwa pergerakan harga saat ini didorong oleh respons teknis pasar setelah periode penjualan besar-besaran. Menurutnya, penurunan harga minyak mentah juga turut memberikan dorongan tambahan bagi pergerakan harga emas di pasar spot.

"Kami melihat beberapa aksi beli setelah aksi jual baru-baru ini, dan penurunan harga minyak juga memberikan dukungan. Pasar akan terus mencermati perkembangan berita, tetapi fokus bisa sedikit bergeser ke data ekonomi," ujar Jim Wyckoff, Analis Pasar American Gold Exchange.

Wyckoff menilai para pelaku pasar saat ini masih menunggu adanya sentimen fundamental yang jauh lebih kuat untuk memicu reli harga emas secara berkelanjutan ke depannya.

"Pasar masih membutuhkan sentimen fundamental yang lebih kuat agar reli harga kembali berlanjut," kata Jim Wyckoff, Analis Pasar American Gold Exchange.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah tetap menjadi faktor utama yang dipantau pasar, terutama setelah klaim Uni Emirat Arab mengenai serangan rudal dan drone dari Iran. Situasi ini diperumit dengan upaya pasukan AS yang mencoba menjaga akses pelayaran di Selat Hormuz agar tetap terbuka.

Kondisi di jalur perdagangan vital tersebut telah memicu volatilitas harga komoditas global sejak akhir Februari lalu. Di sisi lain, Analis City Index Fawad Razaqzada menyoroti peran bank sentral dalam menjaga stabilitas harga logam mulia di tengah ketidakpastian ekonomi global.

"Kebutuhan untuk lindung nilai terhadap inflasi, ditambah pembelian berkelanjutan oleh bank sentral, sejauh ini membantu membatasi penurunan harga emas yang lebih dalam," kata Fawad Razaqzada, Analis City Index.

Selain emas, kenaikan harga juga merambah pada sektor logam mulia lainnya di pasar spot. Perak tercatat naik 0,4 persen menjadi 73,03 dollar AS per ons, diikuti oleh platinum yang menguat 1 persen ke level 1.963,30 dollar AS, dan paladium yang bertambah 1,5 persen ke angka 1.501,41 dollar AS.

Artikel terkait

Rekomendasi