Harga emas dunia mengalami penguatan signifikan di pasar global pada April 2026 menyusul pelemahan nilai tukar dollar AS dan penurunan harga energi. Kondisi ini mendorong para investor untuk mencermati proyeksi suku bunga serta tingkat inflasi sebelum melakukan aksi beli lebih lanjut.
Dilansir dari Money, harga emas spot melonjak 1,7 persen menjadi 4.618,67 dollar AS per ons setelah sebelumnya sempat menyentuh titik terendah dalam satu bulan. Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat turut menguat 1,5 persen ke posisi 4.629,60 dollar AS per ons.
Direktur perdagangan logam High Ridge Futures, David Meger, memberikan analisis terkait faktor utama yang menggerakkan pasar saat ini. Fokus pelaku pasar kini tertuju pada kebijakan moneter yang akan diambil oleh bank sentral Amerika Serikat.
"meredanya kenaikan harga energi dan pelemahan dollar AS memberikan dorongan bagi emas. Pasar kini menaruh perhatian pada ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed)." ujar David Meger, Direktur perdagangan logam High Ridge Futures.
Sentimen positif bagi emas juga dipicu oleh intervensi pemerintah Jepang terhadap nilai tukar yen yang merupakan langkah resmi pertama dalam dua tahun terakhir. Situasi tersebut menyebabkan harga emas menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang non-dollar sehingga minat investasi meningkat.
Pada saat yang sama, harga minyak dunia terkoreksi setelah mencapai level tertinggi dalam empat tahun. Meskipun demikian, kenaikan harga energi yang terjadi sebelumnya tetap memicu kekhawatiran inflasi dan membatasi ruang bank sentral untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat.
The Fed baru-baru ini memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan namun tetap memberikan peringatan mengenai risiko inflasi yang masih membayangi perekonomian. Langkah serupa diambil oleh Bank of England yang menahan suku bunga sembari memantau dampak ekonomi dari konflik di wilayah Timur Tengah.
Analisis dari Citi menunjukkan bahwa meskipun terdapat potensi tekanan jual dalam jangka pendek, emas tetap diprediksi menjadi instrumen investasi yang menarik. Proyeksi harga emas diperkirakan berada pada level 4.300 dollar AS per ons untuk tiga bulan ke depan.
Kenaikan harga ini juga diikuti oleh komoditas logam mulia lainnya di pasar spot. Perak mencatatkan kenaikan hampir 3 persen menjadi 73,59 dollar AS per ons, sementara platinum dan paladium masing-masing melonjak 5,3 persen dan 4,9 persen.