Kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi serta prospek suku bunga tinggi berkepanjangan mulai mereda seiring munculnya optimisme terkait potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Kondisi geopolitik tersebut mendorong harga emas dunia bergerak menguat tipis pada perdagangan Rabu (20/5/2026).
Mengutip data perdagangan pukul 00.59 GMT yang dilansir dari Internasional, harga emas spot tercatat naik 0,4% menjadi US$ 4.499,69 per ons troi.
Sebelumnya, pergerakan logam mulia ini sempat merosot hingga menyentuh level terendah sejak 30 Maret pada sesi perdagangan yang lalu.
Di sisi lain, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni mengalami penurunan tipis sebesar 0,2% ke posisi US$ 4.502,30 per ons troi.
Perkembangan hubungan bilateral antara Washington dan Tehran saat ini menjadi fokus utama yang memengaruhi sentimen para pelaku pasar.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Washington masih memiliki potensi untuk melancarkan serangan baru terhadap Iran, walaupun keputusan militer tersebut sempat ditunda sebelumnya.
Namun, Wakil Presiden AS JD Vance memberikan pernyataan yang berbeda terkait perkembangan situasi geopolitik tersebut.
"Pembicaraan antara AS dan Iran menunjukkan kemajuan signifikan dan kedua pihak tidak menginginkan konflik militer kembali berlanjut," ujar JD Vance.
Meredanya ketegangan ini dinilai efektif dalam memangkas kecemasan pelaku pasar terhadap potensi lonjakan harga energi dan tekanan inflasi di tingkat global.
Sementara itu dari sektor kebijakan moneter, otoritas bank sentral masih terus memantau pergerakan harga komoditas dalam menentukan langkah selanjutnya.
Presiden Federal Reserve Bank Philadelphia Anna Paulson mengutarakan pandangannya terkait kebijakan suku bunga acuan saat ini.
"Level suku bunga saat ini masih dinilai tepat untuk menekan inflasi yang tetap tinggi," kata Anna Paulson.
Meskipun begitu, ia menambahkan bahwa pelaku pasar kini mulai bersikap realistis mengenai kemungkinan adanya kenaikan suku bunga lanjutan jika tekanan harga tidak kunjung mereda.
Berdasarkan survei terpisah yang dilakukan terhadap mayoritas ekonom, The Fed diperkirakan belum akan mengambil kebijakan untuk memangkas suku bunga pada tahun ini.
Prospek penurunan suku bunga acuan kini mulai bergeser ke tahun depan akibat bayang-bayang inflasi yang masih tinggi.
Saat ini investor tengah menantikan rilis risalah rapat kebijakan Federal Reserve bulan April yang dijadwalkan keluar pada Rabu waktu setempat sebagai petunjuk kebijakan ke depan.
Kenaikan harga ini juga diikuti oleh komoditas logam mulia lainnya di pasar spot.
Harga perak spot tercatat menguat 1% ke level US$ 74,55 per ons troi, sedangkan platinum naik 0,2% menjadi US$ 1.926,70 per ons troi.
Kemudian, harga palladium juga mengalami peningkatan sebesar 0,9% menjadi US$ 1.365,50 per ons troi.