Harga emas dunia mengalami pelemahan tipis pada penutupan perdagangan Kamis (14/5/2026) waktu setempat seiring penguatan indeks dollar AS dan eskalasi konflik di Timur Tengah. Para pelaku pasar kini memantau dampak pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping terhadap stabilitas ekonomi global.
Berdasarkan data yang dilansir dari Money melalui Reuters, harga emas spot terkoreksi sebesar 0,4 persen ke level 4.669,48 dollar AS per ons. Penurunan serupa terjadi pada harga emas berjangka AS untuk pengiriman Juni yang menyusut 0,4 persen menjadi 4.685,30 dollar AS per ons.
Kenaikan indeks dollar AS sebesar 0,3 persen menyebabkan harga logam kuning ini menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain sehingga minat investasi menurun. Di sisi lain, harga minyak mentah melonjak akibat laporan tenggelamnya kapal kargo India dan penyitaan kapal lain di wilayah perairan Uni Emirat Arab yang mengarah ke Iran.
Vice President dan Senior Metals Strategist Zaner Metals Peter Grant menjelaskan bahwa situasi di Selat Hormuz memberikan tekanan pada harga minyak dan memengaruhi ekspektasi suku bunga. Data inflasi yang tetap tinggi menjadi faktor penguat posisi mata uang Amerika Serikat.
"Apa yang terjadi di selat hari ini menopang harga minyak dan terus memicu ekspektasi suku bunga tinggi The Fed bertahan lebih lama. Ditambah data inflasi yang panas pekan ini, tidak mengherankan dollar AS menguat dan menekan harga emas," ujar Peter Grant, Vice President dan Senior Metals Strategist Zaner Metals.
Kondisi inflasi di tingkat produsen dan konsumen yang meningkat akibat biaya energi membuat harapan pemangkasan suku bunga semakin tidak pasti. Meskipun emas sering digunakan sebagai pelindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga cenderung menekan harga logam mulia karena sifatnya yang tidak memberikan imbal hasil.
Global Head of Commodity Strategy TD Securities Bart Melek memperingatkan adanya risiko koreksi harga lebih lanjut jika ketegangan geopolitik di Timur Tengah tidak menemui solusi dalam waktu dekat.
"Ada risiko penurunan signifikan pada emas jika konflik Timur Tengah ini tidak terselesaikan," kata Bart Melek, Global Head of Commodity Strategy TD Securities.
Ia juga menyoroti masalah keterbatasan pasokan energi yang dapat memperburuk kondisi ekonomi global. Gangguan pada distribusi energi diprediksi akan memicu lonjakan biaya produksi dan memperparah tingkat inflasi di berbagai negara.
"Ia menambahkan, keterbatasan pasokan dan persediaan energi dapat memicu kenaikan biaya energi lebih lanjut dan memperburuk inflasi global," ujar Bart Melek, Global Head of Commodity Strategy TD Securities.
Sementara itu, di Beijing, Presiden China Xi Jinping menyatakan adanya kemajuan dalam negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat meskipun masalah Taiwan masih menjadi ganjalan diplomatik. Di sektor perdagangan fisik, pemerintah India memberlakukan aturan baru dengan membatasi impor emas maksimal 100 kilogram melalui skema advance authorization.
Pelemahan harga juga merambah ke komoditas logam mulia lainnya pada periode perdagangan yang sama. Berikut adalah rincian pergerakan harga logam mulia lainnya:
| Jenis Logam | Penurunan (%) | Harga Per Ons (USD) |
|---|---|---|
| Perak Spot | 4,1% | 84,36 |
| Platinum | 3,3% | 2.066,75 |
| Palladium | 3,5% | 1.447,73 |