Harga emas spot mengawali perdagangan di level US$ 4.600 per troy ounce akibat tekanan penguatan mata uang dolar AS pada Sabtu (16/5/2026). Tren penurunan ini terjadi setelah komoditas tersebut sempat menyentuh angka tertinggi mingguan di atas US$ 4.768 per troy ounce pada Senin malam, sebagaimana dilansir dari Investor Daily melalui data Kitco News.
Survei Mingguan Kitco mengungkapkan adanya sentimen pesimistis dari para ahli Wall Street mengenai prospek harga logam mulia dalam jangka pendek. Faktor kenaikan suku bunga dan apresiasi nilai tukar dolar menjadi beban utama bagi pergerakan harga di pasar global menjelang akhir pekan.
Direktur Pelaksana Bannockburn Global Forex Marc Chandler menjelaskan bahwa pergerakan harga emas sempat berfluktuasi pada kisaran US$ 4.638 hingga US$ 4.773 per troy ounce sebelum akhirnya merosot.
"Kenaikan suku bunga dan apresiasi dolar AS membebani harga emas di akhir minggu," kata Marc Chandler, direktur pelaksana di Bannockburn Global Forex.
Chandler memproyeksikan potensi penurunan lebih lanjut apabila harga emas gagal mempertahankan posisi saat ini.
"Penembusan di bawah angka tersebut dapat mendorong turun harga emas menuju US$ 4.350," ungkapnya.
Di sisi lain, Presiden dan COO Asset Strategies International Rich Checkan melihat adanya potensi keuntungan bagi emas dari kondisi pasar yang mulai stabil meskipun belum menunjukkan sinyal pemulihan harga.
"Meskipun tampaknya belum ada tanda-tanda penurunan dalam waktu dekat, suasana pasar yang lebih tenang mulai terasa. Emas seharusnya mendapat manfaat dari ketenangan relatif ini," kata presiden dan COO Asset Strategies International, Rich Checkan.
Analisis berbeda datang dari Pialang Komoditas Senior RJO Futures Daniel Pavilonis yang menyoroti dampak geopolitik dan kondisi obligasi pemerintah terhadap fluktuasi pasar saat ini.
"Saat ini, pasar agak gelisah. Kita telah melihat kenaikan yang bagus di seluruh aset berisiko, dan saya pikir Anda melihat beberapa premi yang hilang. Mungkin juga sedikit karena imbal hasil dan di mana mereka berada saat ini, dan mempertanyakan apakah mereka dapat naik lebih tinggi dari sini," kata Daniel Pavilonis, pialang komoditas senior di RJO Futures.
Pavilonis kini memantau secara ketat dampak hasil pembicaraan diplomatik antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping terhadap sesi perdagangan mendatang.
"I rasa jika harga emas tidak bisa mempertahankan level US$ 4.500,harga bakal terus turun ke level US$ 3.800," sebutnya.